Sudah 45 Jenazah Korban Kebakaran Gudang Kosambi Teridentifikasi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sisa ledakan pabrik kembang api Kosambi  (Foto: Prima Gerhard/kumparan )
zoom-in-whitePerbesar
Sisa ledakan pabrik kembang api Kosambi (Foto: Prima Gerhard/kumparan )

Tim DVI Mabes Polri terus mengidentifikasi korban tewas akibat kebakaran dan ledakan gudang petasan di Kosambi, Tangerang, Banten. Sampai hari ini total 45 jenazah berhasil diidentifikasi.

"Sudah 45 jenazah yang berhasil diidentifikasi tim DVI Polri," kata Kabid Pelayanan Dokpol RS Polri Kombes Pol Sumirat dalam keterangannya, Rabu (8/11).

Nama korban Kosambi yang sudah terindentifikasi (Foto: Dok. RS Polri)
zoom-in-whitePerbesar
Nama korban Kosambi yang sudah terindentifikasi (Foto: Dok. RS Polri)

Seluruh jenazah korban kebakaran dibawa ke RS Polri, Kramat Jati. Sedikitnya ada 45 kantong jenazah dan 4 kantong berisi potongan tubuh korban. Hari ini, 5 jenazah berhasil diungkap identitasnya.

Nama korban Kosambi yang sudah terindentifikasi (Foto: Dok. RS Polri)
zoom-in-whitePerbesar
Nama korban Kosambi yang sudah terindentifikasi (Foto: Dok. RS Polri)

"Atas nama Pariyah, Emuh, Sani, Sugiyati, dan Macih. Seluruhnya merupakan warga Tangerang. Korban teridentifikasi melalui DNA dan gigi," jelas Sumirat.

Nama korban Kosambi yang sudah terindentifikasi (Foto: Dok. RS Polri)
zoom-in-whitePerbesar
Nama korban Kosambi yang sudah terindentifikasi (Foto: Dok. RS Polri)

Sejak peristiwa terjadi pada 26 Oktober 2017, tim DVI terus melakukan identifikasi terhadap seluruh jenazah yang dibawa ke RS Polri. Sebelumnya, tim berhasil mengungkap identitas 40 jenazah korban kebakaran gudang petasan Kosambi.

"Hari ini ada 5 korban, ditambah dengan yang sebelumnya 40 jenazah yang sudah teridentifikasi," ucap Sumirat.

Di lokasi terpisah, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, tim dari kepolisian bersama dengan tim labfor dari tim identifikasi sedang berada di TKP untuk melakukan rekonstruksi ulang kejadian. Rekonstruksi dilakukan untuk mencocokan dengan hasil yang telah didapat oleh labfor.

"Perkembangan proses penyidikan, sekarang tim sedang berada di TKP bersama tim labfor dari tim identifikasi dimana kami melakukan rekonstruksi untuk menyesuaikan dengan hasil tim labfor," ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.