Sudah 724 Kali Gempa Susulan di Laut Flores, BMKG Pastikan Aktivitas Menurun

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah rusak akibat dampak gempa 7,5 M di NTT, terasa hingga ke Kabupaten Selayar Sulsel. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rumah rusak akibat dampak gempa 7,5 M di NTT, terasa hingga ke Kabupaten Selayar Sulsel. Foto: Dok. Istimewa

BMKG mencatat adanya 724 kali gempa susulan di Laut Flores, NTT usai gempa 7,4 magnitudo pada Selasa (14/12) lalu. Meski demikian, BMKG memastikan aktivitas kegempaan di wilayah ini menurun.

"Hasil monitoring BMKG hingga Sabtu, 18 Desember 2021, pukul 09.00 WIB, menunjukkan telah terjadi 724 kali gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 5,4 sedangkan magnitudo gempa susulan terkecil 1,0," ujar Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Bencana BMKG, Daryono, Sabtu (18/12).

Daryono menjelaskan kenapa produktivitas gempa susulan di Laut Flores cukup banyak.

"Hal ini menunjukkan bahwa saat ini masih terjadi proses rilis energi di sekitar lokasi pusat gempa tersebut. Ini juga membuktikan bahwa sebaran stasiun seismik BMKG di sekitar pusat gempa sudah cukup baik sehingga gempa kecil pun dapat terekam dengan baik," terangnya.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono Foto: Utomo Priyambodo/kumparan

Dengan melihat tren aktivitas gempa susulan di Laut Flores terkini, maka kata Daryono, sudah terjadi aktivitas penurunan baik dalam jumlah aktivitas kegempaan dan besarnya magnitudo. Rincian penurunan jumlah aktivitas kegempaan sebagai berikut:

  • Pada hari pertama, Selasa (14/12), gempa susulan terjadi 265 kali

  • Rabu (15/12) gempa susulan terjadi 230 kali

  • Kamis (16/12) gempa susulan terjadi 145 kali

  • Jumat (17/12) gempa susulan terjadi 74 kali

  • Sabtu (18/12) hingga pukul 09.00 WIB, gempa susulan sudah terjadi sebanyak 10 kali.

Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images

Masyarakat pun diimbau tidak perlu takut dengan banyaknya jumlah gempa susulan.

"Karena gempa susulan adalah proses bekerjanya gaya tektonik dalam mencari keseimbangan baru usai terjadinya deformasi atau patahan besar pada kerak bumi di sumber gempa, sehingga gempa susulan lazim terjadi pasca-terjadinya gempa besar," jelas Daryono.

Gempa berpusat di Laut Flores, berpotensi tsunami. Foto: USGS

Sebaran aktivitas gempa susulan di Laut Flores memberi petunjuk BMKG dalam mengungkap dan menemukan dugaan jalur rekahan (rupture) baru yang merupakan cerminan jalur sesar aktif pemicu gempa 7,4 magnitudo.

"Meluruhnya aktivitas gempa susulan tersebut di atas menjadi pertanda baik bahwa kondisi kegempaan di Laut Flores akan segera normal kembali," pungkas Daryono.

Gempa 7,4 magnitudo di Laut Flores sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan BMKG, gelombang air laut sempat meningkat 7 sentimeter.