Sudah 8 Orang Ditangkap Terkait Penculikan-Pembunuhan Pegawai Bank di Bekasi
·waktu baca 3 menit

Polisi terus menangkap pelaku pembunuhan pegawai bank di Bekasi, Muhammad Ilham Pradipta (37). Kini baik eksekutor maupun otak pelaku telah berhasil diringkus.
Kasus ini bermula saat jasad korban ditemukan di sebuah lapangan di Kampung Karang Sambung, Desa Nagasari, Kec. Serang Baru, Kab. Bekasi, Kamis (21/8). Kondisinya kedua kakinya dan tangannya dilakban, kepala dan wajahnya juga dilakban.
Lantas, siapa para pelaku?
Otak Pembunuhan
Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim menyebut ada empat orang otak pelaku penculikan dan pembunuhan.
"Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil menangkap 4 orang aktor intelektual pelaku penculikan dan atau pembunuhan pegawai bank," kata dia, Minggu (24/8).
Keempat pelaku yang baru ditangkap itu berinisial C, DH, YJ, dan AA. Para pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda.
"DH, YJ, dan AA ditangkap pada tanggal 23 Agustus 2025 pukul 20.15 WIB, di daerah Solo, Jateng," ungkap Rahim.
"Sedangkan C ditangkap pada di daerah PIK, Jakut pukul 15.30 WIB tanggal 24 agustus 2025," sambung dia.
Adapun korban ini diculik di parkiran pusat perbelanjaan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8) sore.
Eksekutor
Eksekutor dalam kasus ini jumlahnya sama seperti otak pelaku yakni empat orang. Para eksekutor itu yakni berinisial AT, RS, RAH, dan EW. Mereka diduga merupakan pelaku yang menculik korban.
Dengan penangkapan ini, total sudah ada delapan orang yang diringkus polisi. Polisi masih mendalami motif para pelaku menghabisi Muhammad Ilham Pradipta.
Sejauh ini, baru para eksekutor yang mengakui telah menghabisi korban.
"Baru interogasi awal, tetapi mereka sudah mengakui terkait pengambilan atau penculikan korban dari supermarket di Pasar Rebo," kata Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Charles Bagaisar.
Aktivitas Terakhir Korban
AKP Charles Bagaisar menyebut korban sempat menghadiri pertemuan kantor sebelum diculik.
“Korban habis meeting kantor, sama teman-teman kantornya juga,” kata Charles, Jumat (22/8).
Ilham juga sempat melawan saat disergap oleh pelaku tetapi usahanya tidak membuahkan hasil, dia dibawa masuk kedalam mobil putih itu.
Hasil Autopsi
Jenazah korban sudah diautopsi. Hasilnya, RS Polri menyampaikan ada temuan luka benda tumpul dan indikasi kekurangan napas sebelum ia meninggal.
Karumkit Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, menjelaskan, jasad Ilham sudah divisum dan diautopsi pada Kamis (21/8) kemarin.
“Atas dasar surat permintaan visum Polres Jaktim, dan persetujuan keluarga telah dilakukan pemeriksaan jenazah dan pemeriksaan dalam atau autopsi pada hari Kamis tanggal 21 Agustus 2025 mulai pukul 14.30 WIB,” kata Prima, Jumat (22/8).
Menurutnya, hasil pemeriksaan menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Luka-lukanya bagian dada dan leher,” ungkapnya.
Prima menjelaskan luka tersebut bukan akibat senjata tajam.
“Benda tumpul,” tegasnya.
Selain itu, terdapat indikasi korban kesulitan bernapas sebelum meninggal.
“Kemungkinan ada tekanan pada tulang leher dan dada yang menyebabkan dia kesulitan bernapas,” ujarnya.
Meski begitu, Prima menegaskan tim forensik belum dapat memastikan apakah pelaku pembunuhan dilakukan secara profesional atau oleh berapa orang.
“Secara forensik belum bisa ditentukan, hanya ditemukan benda tumpul saja,” jelasnya.
