Sudah Minta Maaf, 3 Wanita yang Cekoki Miras ke Kucing Tak Jadi Dipolisikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketiga remaja wanita yang cecoki kucing minuman keras tertunduk usai didatangi Komunitas Peduli Kucing Padang. Foto: Irwanda
zoom-in-whitePerbesar
Ketiga remaja wanita yang cecoki kucing minuman keras tertunduk usai didatangi Komunitas Peduli Kucing Padang. Foto: Irwanda

Animal Defenders Indonesia membatalkan niat untuk melaporkan ke polisi 3 wanita di Padang yang mencekoki kucing dengan miras soju. Keputusan itu diambil setelah ketiga pelaku meminta maaf pada Minggu (3/9) malam.

Organisasi penyelamat hewan yang terbentuk sejak 2011 ini menghormati langkah yang ditempuh Komunitas Pecinta Kucing Padang. Ketiga pelaku yakni Syinita Ade Putri (24) Lenni Marlina (25) dan Sisri Annisa Wahida (22) telah membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami akan menghormati langkah-langkah yang ditempuh kawan-kawan setempat yang memberikan maaf dan mengambil alih kucing tersebut serta membuat perjanjian dengan para pelaku,” ujar Ketua Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru Tona, kepada kumparan, Minggu (3/9).

“Tidak jadi (lapor polisi). Kita hargai usaha kawan-kawan setempat yang di lapangan yang sudah bergerak dan berusaha menangani kasusnya. Dan jika saya nilai, fatalitas kasusnya juga rendah,” sambungnya.

Kucing yang dicekoki miras ini diketahui berjenis persia medium, berusia 4-5 bulan. Kucing tersebut telah mengalami masalah kesehatan di dagu ada jamur, tungau di telinga, dan skabies di belakang telinga. Hewan itu peliharaan Syinita Ade Putri.

Tiga remaja wanita yang cecoki minuma keras ke seekor kucing minta maaf. Foto: Irwanda

Menurut salah seorang cat lovers di Padang, Silvi, dari keterangan pelaku tidak ada alasan tertentu hingga tega mencecoki miras ke kucing. Namun dari informasi dan keterangan penghuni kamar indekos sebelah kamar pelaku, kucing selalu menjadi pelampiasan amarah.

“Dapat informasi dari kamar sebelah. Ini anaknya (pelaku) bisa dibilang psikopat, suka mencari perhatian orang. Setiap bertengkar dengan pacarnya, kucing ini ditampar, atau kucing ini digantung. Kucing juga hanya diberikan makan satu kali dua sehari, dengan alasan agar tidak terlalu buang air besar,” kata Silvi.

Silvi menyebutkan, tiga pelaku ini selain meminta maaf dan membuat surat pernyataan yang salah satu isinya melarang mereka memelihara atau mengadopsi kucing dengan alasan apa pun.

Mereka juga harus membiayai pengobatan kucing. Dikatakannya, kucing tersebut harus diperiksa kondisi kesehatan setelah dicekoki miras.

“Karena kucing ini habis dicekoki soju harus diperiksa kondisi, bagaimana kondisi ginjal, hati. Memang harus dibawa ke dokter hewan, paling besok kami bawa,” imbuhnya.