Sudah Waktunya Lenin Dikuburkan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jasad Lenin  (Foto: http://news.berkeley.edu)
zoom-in-whitePerbesar
Jasad Lenin (Foto: http://news.berkeley.edu)

Hampir 100 tahun sejak Vladimir Lenin meninggal dunia, namun namanya masih menjadi perdebatan di Rusia. Dalam episode terbaru drama Lenin, parlemen Rusia mendesak pemerintah untuk segera menguburkan jasad pendiri Uni Soviet itu.

Diberitakan kantor berita Rusia TASS pada Kamis (20/4), beberapa anggota parlemen Rusia mengajukan rancangan undang-undang penguburan Lenin kepada majelis rendah. Sejak meninggal dunia tahun 1924, jasad Lenin diawetkan dan disimpan dalam mausoleum di Lapangan Merah, Moskow.

Namun jika RUU ini disetujui, tidak serta merta jasad pemimpin Revolusi Bolshevik itu bisa dikuburkan. Anggota parlemen menyarankan pemerintah Rusia menentukan waktu dan tempat yang tepat, menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat.

Mausoleum Lenin di Rusia (Foto: REUTERS/Mikhail Voskresensky)
zoom-in-whitePerbesar
Mausoleum Lenin di Rusia (Foto: REUTERS/Mikhail Voskresensky)

Dalam pengajuannya, enam anggota parlemen dari Partai Liberal Demokrat (LDPR) dan partai berkuasa, Partai Rusia Bersatu, mengutip perintah Gereja Ortodoks Rusia -- denominasi Kristen yang mayoritas di negara itu -- 25 tahun lalu untuk menguburkan jasad Lenin.

Mereka juga mengutip perkataan Presiden Vladimir Putin yang menyarankan agar masalah ini "diatasi dengan hati-hati sehingga tidak menyebabkan perpecahan di masyarakat."

Baca juga: Dianggap Ekstrem, Gereja Saksi Yehuwa Dilarang di Rusia

Sejak runtuhnya Uni Soviet yang berideologi komunis pada tahun 1990-an, citra Lenin kian luntur. Yang semula dipuja, kini disebut sebagai diktator. Kendati demikian, masih ada beberapa anggota masyarakat Rusia yang menganggapnya sebagai bapak bangsa.

Isu penguburan jasad Lenin telah muncul sejak Perestroika atau reformasi Komunis Uni Soviet di tahun 80-an, namun tidak terlaksana hingga sekarang.

Para pendukung Lenin di Rusia (Foto: REUTERS/Sergei Karpukhin)
zoom-in-whitePerbesar
Para pendukung Lenin di Rusia (Foto: REUTERS/Sergei Karpukhin)

Anggota parlemen Rusia dalam pengajuan RUU itu mengatakan jasad Lenin harus dikuburkan karena "bukan simbol sebuah zaman, dan bukan simbol persatuan nasional".

Selain itu mereka juga mengetengahkan survei terbaru yang menunjukkan 60 persen warga Rusia yang mengatakan sudah waktunya Lenin dikuburkan. Sebanyak 36 persen ingin agar jasad Lenin dikuburkan secepatnya, dan 24 persen mengatakan Lenin harus dikubur karena generasi yang memujanya telah hilang.

Pada tahun 2016, Rusia menghabiskan dana lebih dari 13 juta rubel atau lebih dari Rp 3 miliar untuk perawatan jasad Lenin di mausoleum Lapangan Merah, Moskow.

Lenin yang memimpin Revolusi Bolshevik 1917 meninggal dunia karena stroke pada 1924. Dalam biografinya, Lenin mengaku ingin dikubur di samping makam ibunya di Pemakaman Volkovskoye, kota St Petersburg, tempat para penyair, cendekiawan dan tokoh politik Rusia disemayamkan.