Sudirman Said, Sang Penantang Ganjar Pranowo

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sudirman Said vs Ganjar Pranowo (Foto: Bagus Permadi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sudirman Said vs Ganjar Pranowo (Foto: Bagus Permadi/kumparan)

Sudirman Said siap turun ke gelanggang Pilgub Jawa Tengah 2018. Mantan Menteri ESDM itu beberapa pekan terakhir sibuk blusukan menemui tokoh masyarakat, elite parpol, kalangan akademis dan lainnya untuk mendiskusikan masa depan Jawa Tengah.

"Sudah 20 kabupaten saya datangi dan saya ketemu ulama, LSM dan pimpinan partai. Maju di Pilgub bagian dari niat baik saya yaitu membayar utang," kata Sudirman, di Tegal, Jumat (11/9).

Sudirman merasa sudah saatnya mengabdi di daerah dan membesarkan Jawa Tengah, setelah dia malang melintang di berbagai posisi perusahaan migas hingga menjadi Menteri ESDM di bawah Kabinet Jokowi-JK.

Tapi iktikad baik tokoh asal Brebes itu tak mudah. Ada kandidat gubernur asal PDIP, Ganjar Pranowo, yang elektabilitasnya jauh tinggi dibanding yang lain. Bagaimana peluang Sudirman?

Sosok Sudirman

Sejak melepas posisi Menteri ESDM pada 27 Juli 2016, Sudirman Said terlibat dalam pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Gerindra dan PKS di Pilgub DKI Jakarta. Sudirman lalu diangkat menjadi Ketua Tim Sinkronisasi hingga saat ini, untuk menyiapkan pemerintahan Anies-Sandi.

Sinyal Sudirman Said akan maju dalam Pilgub Jateng 2018 mulai terlihat hampir bersamaan dengan namanya diminta jadi Ketua Tim Sinkronisasi pada Mei 2017. Saat itu, bahkan Wapres Jusuf Kallah sudah menilai Sudirman bisa memimpin Jawa Tengah.

"Saya yakin dia mampu, bekas menteri dan juga orang Jawa Tengah," kata Wapres JK di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (23/5).

Mulai saat itulah Sudirman melakukan penjajakan dan komunikasi politik soal keseriusannya maju dalam Pilgub Jateng. Saat yang bersamaan, partai politik seperti PAN dna Gerindra mulai merilik kemampuan Sudirman memenangkan Pilgub Jateng.

Pencalonan

Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 tentang pencalonan dalam Pilkada, mengatur bahwa partai politik atau gabungan partai politik bisa mencalonkan jika punya paling sedikit 20 persen kursi di DPRD, atau 25 persen dari suara sah di pileg terakhir.

Jumlah kursi di ada 100 kursi dengan rincian: PDIP (31 kursi), PKB (13 kursi), Gerindra (11 kursi), PKS (10 kursi), Golkar (10 kursi), Demokrat (9 kursi), PAN (8 kursi), PPP (8 kursi). Dari modal itu, hanya PDIP yang bisa mengusung cagub-cawagub tanpa koalisi.

Pasangan kandidat petahana, Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, sudah resmi mendaftar sebagai pasangan calon ke PDIP pada Jumat (11/8) lalu. PDIP akan memutuskan maju sendiri atau berkoalisi. Modal sementara ada 31 kursi.

Ganjar Pranowo. (Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
zoom-in-whitePerbesar
Ganjar Pranowo. (Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho)

Sementara Sudirman Said, sebagai penantang, perlu menggalang kekuatan dari parpol-parpol untuk berkoalisi mendapatkan tiket pencalonan di Pilgub Jateng. Di tingkat provinsi, sejauh ini Partai Gerindra (11 kursi) sudah menyatakan siap mengusung Sudirman Said.

"Saya sudah bicara dua kali dengan Ketua Dewan Pembina Pak Prabowo, kami dipanggil dimintai masalah politik di Jateng. Saya sampaikan ke beliau salah satu yang ke Gerindra Pak Sudirman Said. Pak Prabowo dukung. Sudirman tolong dikenali pengurus dan cari tahu bagaimana reaksi teman-teman," ucap Ketua DPW Gerindra, Abdul Wahid.

Partai lainnya ada PKS, PPP, dan PAN yang masih menimang-nimang untuk mengusung Ganjar. Jika koalisi 4 parpol tercapai, maka cukup mengusung Sudirman di Pilgub Jateng.

Elektabilitas

Hingga saat ini baru ada satu survei terkait Pilgub Jateng yang dirilis terbuka, yaitu oleh Lembaga Populi Center pada Rabu, 14 Juni. Survei setelahnya biasanya ada namun tidak semua terpublikasi.

Survei Populi dalam simulasi terhadap 4 kandidat di Pilgub Jateng, menghasilkan elektabilitas Ganjar Pranowo (59,6%), Yoyok Sudibyo (5,3%), Hendar Prihadi (3,5%) Sudirman Said (1,5%) dan tidak tahu (30,1%).

Survei itu digelar di 35 kab/kota di Jawa Tengah pada tanggal 15-23 Mei 2017 dengan 800 responden yang dipilih secara acak bertingkat. Margin of error 3,39 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari survei itu, sudah diketahui Ganjar Pranowo sangat kuat dengan 59,6 persen, sementara Sudirman Said hanya 1,5 persen. Tapi survei dirilis bulan Juni lalu dan 31,6 persen dari 800 responden menyebut masih mungkin mengubah pilihannya, dan 24,3 persen tidak tahu akan mengubah pilihan atau tidak.

Konstelasi politik jelang Pilgub Jateng masih akan sangat dinamis. Pendaftaran Pilgub Jateng akan resmi dibuka pada 8-10 Januari 2018 dan penetapan pasangan calon pada 12 Februari.

Infografis Tahapan Pilkada Serentak 2018 (Foto: Andina D. Utari/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Infografis Tahapan Pilkada Serentak 2018 (Foto: Andina D. Utari/kumparan)