Sudirman: Tak Ada Rencana Jadikan Pulau Reklamasi Pusat Hiburan Malam

Dalam pertemuan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, bersama tim kerja wisata dan budaya yang merupakan bagian dari Tim Pengarah Anies-Sandi, Minggu (2/7), muncul usulan untuk menjadikan pulau reklamasi sebagai tempat hiburan malam.
Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said, menanggapi bahwa diskusi itu tidak pernah dibicarakan dalam tim sinkronisasi.
"Berkaitan dengan wilayah reklamasi, belum ada pikiran atau diskusi menjadikan area itu sebagai pusat hiburan. Apalagi hiburan malam," ucap Sudirman kepada kumparan (kumparan.com), Senin (3/7).
Untuk diketahui, Tim Pengarah memang bertugas menampung usulan dari berbagai kalangan bagi program Anies-Sandi, Tim Pakar menyusun program-program, dan Tim Sinkronisasi menerjemahkan aspirasi atau program itu ke dalam APBD.
Menurut mantan Menteri ESDM itu, sejak dinyatakan sebagai gubernur dan wagub terpilih, Anies dan Sandi terus membuka komunikasi dengan banyak pihak untuk menampung ide-ide dan usulan dalam membangun Jakarta menjadi lebih baik.
"Banyak inisiatif dan diskusi digelar di berbagai forum, termasuk dengan para seniman dan budayawan. Semua ide ditampung disaring oleh Tim Pakar dan selanjutnya dibicarakan di Tim Sinkronisasi," ujarnya.
Nah, ide usulan untuk menjadikan pulau reklamasi sebagai pusat hiburan malam, belum disaring oleh tim pakar maupun tim sinkronisasi, sehingga kalau pun ada hanya sebatas usulan.
"Tim Sinkronisasi diberi otoritas untuk menjadi penyaring terakhir sebelum menjadikan ide apapun sebagai program kerja Pemda," tegasnya.

Sementara soal musisi Ahmad Dhani dan Mulan Jameela yang masuk dalam tim kerja wisata dan budaya Anies-Sandi, Sudirman membantah kedua nama itu resmi ada di tim Anies-Sandi.
"Sepengetahuan saya tidak ada nama-nama itu. Mungkin saja hadir dalam diskusi dan menyampaikan pandangan, karena banyak diskusi yang dilakukan dengan masyarakat luas," ujarnya.
Sebelumnya, Sandiaga Uno yang hadir dalam pertemun kemarin, menyatakan usulan yang disampaikan oleh anggota tim kerja wisata dan budaya Henry K Rudin soal pulau reklamasi, masih sebatas masukan yang belum dibahas jauh.
"Di sini ada yang mengusulkan, bagaimana kalau wisata yang berbasis hiburan night life atau night entertainment itu di pulau yang sudah terbangun? Nanti kami tampung dulu masukannya," ujar Sandi di Ballroom Kyai Maja, Cheers Residential Graha RSPP, Jakarta, Minggu (2/7).
"Soal hiburan malam, setiap kota punya daya tariknya sendiri-sendiri. Masalah negatif seperti perjudian dan narkoba, tentunya kita tekankan saja peraturannya. Dan bisa saja kita cabut izinnya (jika melanggar)," imbuhnya.
