Sudrajat: Ada yang Tak Berhak Ngatur Masjid, Belaga Mimpin Umat Islam

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sudrajat (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sudrajat (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Pasangan calon Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu menggelar kampanye Akbar di Bekasi, Jawa Barat. Dalam orasinya secara tidak langsung, Sudrajat menyinggung soal isu aturan tak boleh berpolitik di masjid.

"Kita harus berdaulat dan mengatur diri sendiri. Apalagi orang yang datang bukan dari Indonesia. Ada orang-orang lain yang bukan haknya mengatur masjid, belaga mimpin umat Islam. Ada orang yang bukan haknya ngatur SDA yang kita miliki." ujar Sudrajat Stadion Multiguna, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (29/4).

Sudrajat menilai, warga tidak perlu takut untuk berpolitik. Peran politik yang dimainkan warga harus bertujuan mengubah keadaan menjadi lebih baik.

"Kita berkumpul di sini untuk berpolitik. Harus? Harus. Karena untuk mengubah nasib kita," kata dia.

Sudrajat, Syaikhu, dan Sohibul Iman di Bekasi (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sudrajat, Syaikhu, dan Sohibul Iman di Bekasi (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Sudrajat menilai, Bekasi punya potensi besar dari sisi sumber daya alam. Tapi, nyatanya banyak warga Bekasi yang miskin.

"Jawa Barat provinsi kaya. Kita punya gas dan minyak. Di Bekasi adalah penyumbang income besar pendapatan nasional. Tapi di Bekasi juga konsumsi beras miskin banyak. Apa artinya, berarti ada ketidakadilan," jelas dia.

"Untuk itu Sudrajat-Syaikhu diminta PAN, PKS, Gerindra untuk maju. Didukung oleh Idaman dan PBB," ucap dia.

Dalam acara ini, para pimpinan parpol pendukung tampak hadir. Ada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.