Sugiono Dorong ASEAN-Rusia Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Rusia di Manila, Filipina, (22/7/2026). Foto: Dok. Kemlu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Rusia di Manila, Filipina, (22/7/2026). Foto: Dok. Kemlu RI

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong kemitraan ASEAN dan Rusia difokuskan untuk memperkuat ketahanan masyarakat, terutama di sektor energi, pangan, dan kesehatan.

Hal itu disampaikannya dalam ASEAN-Russia Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina, Rabu (23/7).

“Ketahanan tidak hanya sekedar kemampuan untuk merespons terhadap krisis, namun juga mengantisipasi risiko, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, dan menjaga perdamaian jangka panjang,” ujar Sugiono, seperti dilaporkan dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Menurutnya, Program Kerja Sama Energi ASEAN-Rusia 2026-2030 menjadi fondasi untuk membangun ketahanan energi kawasan.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Rusia di Manila, Filipina, (22/7/2026). Foto: Dok. Kemlu RI

Ia juga menilai Rusia berperan penting dalam menjaga pasokan pangan ASEAN sebagai salah satu pemasok gandum dan pupuk terbesar di dunia.

“Akses terhadap bahan pangan ini penting untuk menjaga produksi pertanian dan harga pangan, serta memperbaiki akses terhadap bahan pangan bergizi,” katanya.

Sugiono juga menekankan pentingnya penguatan sistem kesehatan melalui peningkatan kapasitas tenaga medis, serta mengingatkan agar kerja sama ASEAN-Rusia tetap berlandaskan multilateralisme dan hukum internasional.

“Sentralitas ASEAN harus terus menjadi kompas dalam kerja sama ini,” pungkas Sugiono.