Sugiono Kecam Penyiksaan Sembilan WNI Aktivis Flotilla oleh Israel
·waktu baca 2 menit

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengecam keras penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap sembilan WNI aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Mereka ditahan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Saat ini, kesembilan WNI tersebut telah dibebaskan dari tahanan Israel. Selama berada dalam tahanan, mereka disebut mengalami tindakan penyiksaan oleh aparat setempat.
“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap WNI selama masa penahanan,” kata Sugiono dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram resminya, Jumat (22/5) pagi.
“Indonesia kembali menegaskan bahwa segala bentuk tindakan tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” sambungnya.
Ia menambahkan, setelah keluar dari Israel, sembilan WNI tersebut tiba dengan selamat di Turki pada Kamis (21/5). Kini, mereka menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum kembali ke Indonesia.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan lancar sehingga mereka dapat kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” jelas Sugiono.
WNI Alami Penyiksaan di Israel
Beberapa WNI yang tiba di Istanbul itu segera ditemui oleh Komite Pengarah GSF, Maimon Herawati. Kepada Maimon, para WNI itu menceritakan pengalamannya.
"Saya ditonjok, disetrum dua kali, ditendang dua kali, di bahu sekali, lengkap," kata seorang WNI dalam video yang dibagikan Maimon, Jumat (22/5).
Ada pula yang diinjak, hingga dibanting oleh militer Israel.
"Ada berbagai macam penyiksaan yang dilakukan dan ini bisa disebut sebagai situasi yang ringan, karena diantara relawan ada yang dibawa dengan stretcher, ada yang harus mendapatkan operasi, ada yang patah kaki dan tangan, dan saya dengar juga ada kasus-kasus yang lebih buruk lagi," kata Maimon.
