Sugiono soal Bertemu Para Sekjen Parpol: Pemerintah Butuh Dukungan & Pengawasan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sugiono duduk bersama para sekretaris jenderal partai politik anggota koalisi Merah Putih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana makan malam yang akrab tersebut menjadi ruang silaturahmi kebangsaan sekaligus refleksi atas perjalanan hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi serta para sekjen dari partai koalisi Indonesia Maju, baik yang duduk di parlemen maupun nonparlemen.
Sugiono mengatakan, pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi dan juga momentum untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi antar parpol koalisi menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Pertemuan ini merupakan silaturahmi yang selama ini belum sempat dilakukan. Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka,” kata Sugiono.
Sejumlah partai yang hadir antara lain Partai Gerindra, Partai Golongan Karya, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur. Sekjen Partai Persatuan Pembangunan menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir dalam acara tersebut.
Menurut Sugiono, kehadiran para sekjen dari partai koalisi Indonesia Maju tersebut merupakan bentuk komunikasi politik yang terus dijaga dalam mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih.
Sugiono menilai, peringatan Hari Kemerdekaan harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa harus diisi melalui kerja bersama dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo terus berupaya menyelesaikan sejumlah persoalan bangsa di antaranya bahkan telah berlangsung selama puluhan tahun. Oleh karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kesinambungan kebijakan, konsistensi, serta dukungan dari berbagai elemen bangsa.
“Berbagai persoalan yang kita hadapi hari ini tidak muncul dalam waktu singkat. Ada masalah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena itu, memperbaikinya juga membutuhkan waktu, kesinambungan, dan kerja bersama. Tidak semua persoalan bangsa dapat diselesaikan hanya dalam satu periode pemerintahan,” tutur Sugiono.
Dalam refleksi tersebut, para sekjen partai juga bertukar pandangan mengenai perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo serta tantangan pembangunan ke depan. Sugiono menekankan pentingnya dukungan politik yang konstruktif agar kebijakan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Pemerintah membutuhkan dukungan yang konstruktif, sekaligus masukan dan pengawasan. Semua itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Tujuan akhirnya harus tetap sama, yaitu menghadirkan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia,” katanya.
Pertemuan tersebut juga menjadi sarana untuk menjaga komunikasi antara pimpinan partai politik. Sugiono berharap silaturahmi semacam itu dapat memperkuat suasana politik yang sejuk, dewasa, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan rakyat.
“Kita ingin menjaga agar komunikasi politik tetap terbuka dan suasana kebangsaan tetap sejuk. Persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, tetapi memastikan setiap perbedaan tetap ditempatkan dalam bingkai kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.
Sugiono menambahkan, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata. Seluruh elemen politik diharapkan dapat mengambil bagian dalam memperkuat pembangunan serta menjaga persatuan nasional.
“Menyambut Hari Kemerdekaan, kita perlu mengingat kembali bahwa Indonesia dibangun melalui persatuan, pengorbanan, dan gotong royong. Semangat itulah yang harus terus kita rawat untuk mendukung pemerintahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tutup Sugiono.
