Suharso Temui Ketua Majelis Syariah PPP di Cirebon, Tabayun soal Amplop Kiai
·waktu baca 3 menit

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa bersilaturahmi dengan Ketua Majelis Syariah PPP KH. Mustofa Aqil Siraj di Cirebon, Jawa Barat. Pertemuan ini dilakukan Suharso di tengah polemik pernyataan amplop untuk kiai saat dia pidato di acara KPK.
Dalam video yang diunggah di Instagram resmi Suharso, kedatangannya disambut jabatan tangan hangat oleh Mustofa Aqil Siraj. Suharso juga berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren Kempek di Cirebon.
"Begitu besar kontribusi para kiai dalam pembangunan bangsa Indonesia. Bukan hanya dalam agama melainkan dalam pembangunan sosial dan pendidikan. Hari ini alhamdulillah saya bisa berkunjung ke Pondok Pesantren Kempek di Cirebon," kata Suharso dalam unggahannya, Minggu (28/8).
"Terima kasih pondok pesantren dan para kiai di Indonesia yang dengan kesederhanaan dan keikhlasannya, telah mengabdi kepada masyarakat tanpa henti," imbuh dia.
Suharso mendoakan agar generasi muda bisa tumbuh dengan ilmu dan akhlak yang baik dengan didikan para kiai.
"Atas nama pemerintah, kami haturkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para kiai, dan alim ulama, yang telah mendidik dan membimbing putra putri Indonesia di pondok pesantren," tuturnya.
"Alhamdulillah dengan didikan dan bimbingan para kiai ini, anak-anak kita generasi Indonesia tumbuh tidak hanya menjadi generasi yang berilmu, melainkan juga generasi yang berakhlakul karimah," ujar dia.
Sementara itu, Suharso juga telah sowan ke Majelis Syariah PPP Jawa Timur serta para kiai dan habib di Pondok Pesantren At-Tauhid di Sidoresmo, Surabaya, kemarin, Sabtu (27/8).
Suharso didampingi Sekjen PPP Arwani Thomafi, Ketua DPW PPP Jatim Munjidah Wahab Hasbullah, Sekwil Habib Salim Qurasy.
“Silaturahim ini wajib PPP lakukan dengan berkunjung ke pondok pesantren. Karena ekosistem PPP ya pondok pesantren, kiai, habib dan para santri. Ini sekaligus kami manfaatkan untuk menyampaikan tabayyun atas polemik yang belakangan muncul. Alhamdulillah, semua menjadi terang, tidak ada lagi syak wasangka di antara kita,” ujar Suharso dalam keterangan tertulis.
Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP Habib Ahmad Edrus Alhabsy pun merespons positif pertemuan tersebut.
“Alhamdulillah, dengan silaturahim dan tabayyun ini semua menjadi jelas dan dipahami,” ungkapnya.
Sebelumnya, Suharso menuai polemik karena dinilai merendahkan kiai dan pondok pesantren dalam pidato saat pembekalan antikorupsi bagi PPP di Gedung ACLC KPK, Senin (15/8).
Dalam pidatonya, Suharso cerita saat baru diangkat sebagai Plt Ketua Umum, dia sowan ke kiai-kiai di ponpes besar. Dia menyebut jika bertemu kiai maka harus ada amplopnya.
Menyusul hal ini, muncul surat dari 3 Majelis di DPP PPP kepada Ketum Suharso Monoarfa yang meminta agar mengundurkan diri dari jabatannya karena polemik pidato amplop untuk kiai.
Surat itu ditandatangani oleh tiga Pimpinan Majelis PPP, yakni Majelis Syariah Mustofa Aqil Siraj, Majelis Kehormatan Muhamad Mardiono dan Majelis Pertimbangan Zarkasih Nur.
"Kami sebagai pimpinan ketiga Majelis di DPP PPP meminta Saudara Suharso Monoarfa untuk berbesar hati mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum DPP PPP," tulis 3 Majelis PPP dalam surat yang diterima kumparan pada Selasa (23/8).
