Suka Duka Ansori Jaga Bus Shalawat: Senang Melihat Jemaah Haji Tersenyum

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ansori, petugas haji bagian transportasi saat bekerja di halte bus Shalawat. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ansori, petugas haji bagian transportasi saat bekerja di halte bus Shalawat. Foto: Moh Fajri/kumparan

Bus Shalawat menjadi transportasi andalan jemaah haji Indonesia untuk perjalanan dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Bus yang khusus melayani jemaah Indonesia selama musim haji ini beroperasi selama 24 jam.

Di balik lancarnya perjalanan bus Shalawat, ada peran petugas di halte dalam mengarahkan jemaah. Apalagi, belum semua jemaah paham rute yang dilalui bus Shalawat.

Salah satu petugas transportasi, Ahmad Ansori Samsuri Sanwar, menceritakan kisahnya saat menjadi petugas di halte bus Shalawat. Ia mengakui banyak menerima keluhan jemaah saat awal beroperasinya bus tersebut.

“Kadang-kadang kan di jalan ada kemacetan, cuma kadang-kadang ada jemaah tidak mengerti walaupun dijelaskan gitu. Kami juga memaklumi mungkin jemaah juga udah capek dari Masjidil Haram apalagi yang waktu itu baru umrah wajibnya gitu. Kami juga memaklumi semua itu dan kami harus menerima keluhan-keluhan seperti itu,” kata Ansori saat ditemui di Makkah, Selasa (27/5).

Ansori menjadikan keluhan jemaah itu sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan layanan. Ia ingin memastikan semua jemaah haji bisa mendapatkan pelayanan, khususnya dari sisi transportasi dengan baik.

Jamaah haji Indonesia melintas di dekat bus Shalawat di Terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Kamis (20/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

“Pengalaman menarik ya ketika melihat jemaah tersenyum, ketika melihat jemaah turun dari bus Shalawat mengucapkan terima kasih gitu. Dengan ucapan terima kasih di waktu terik matahari kita tetap semangat,” ungkap Ansori.

Ansori merupakan pria Bondowoso yang sudah sejak tahun 2000 bekerja di Arab Saudi. Laki-laki berusia 52 tahun itu sudah pernah menjadi petugas haji bidang transportasi pada 2023.

Ansori terlihat fasih berkomunikasi menggunakan bahasa Arab saat sopir bus Shalawat tiba di halte. Ia mengarahkan jemaah haji yang naik dan turun dari bus tersebut. Seiring berjalannya waktu, jemaah haji juga sudah tahu rute perjalanan bus Shalawat yang dinaikinya.

Tak lelah, selama 12 jam setiap harinya selama musim haji ini Ansori menjalankan tugas tersebut. Ia mengakui saat ini bus Shalawat semakin ramai seiring banyaknya jemaah haji yang sudah tiba di Makkah.

Sejumlah bus Shalawat terparkir di Terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Kamis (20/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

“Kalau (jam-jam padat) itu dari hotel jemaah itu menjelang salat Asar sampai menjelang salat Magrib. Dan kepulangan yang itu yang paling banyak itu bongkaran (selesai) salat Isya,” ungkap Ansori.

Ansori mengakui perjalanan bus Shalawat menjelang puncak haji terkadang macet. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi niat jemaah haji Indonesia berangkat ke Masjidil Haram.

“Alhamdulillah semakin macet tapi yang saya herankan jemaah itu semakin banyak ke Masjidil Haram, masyaallah,” tutur Ansori.