Sukacita Umat Katolik Magelang Tempuh Ratusan Kilometer Demi Misa dengan Paus

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rombongan umat Katolik dari Magelang menuju GBK hadiri misa Paus Fransiskus. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Rombongan umat Katolik dari Magelang menuju GBK hadiri misa Paus Fransiskus. Foto: Dok. Istimewa

Rombongan umat Katolik dari penjuru Indonesia berbondong-bondong pergi ke Jakarta untuk menghadiri misa bersama Paus Fransiskus, hari ini Kamis, (5/9) di GBK. Mereka tergerak atas rasa haru, dan sukacita, karena sosok yang hanya bisa dilihat di televisi akhirnya mereka bisa lihat di depan mata.

Tak terkecuali 25 orang rombongan dari Paroki Santo Yusuf Pekerja Mertoyudan, Magelang. Mereka sudah berangkat, pada pukul 18.00 WIB, hari ini.

"Rasanya haru sekali, dulu cuma bisa lihat di televisi, sekarang bisa lihat langsung. Mungkin pengalaman sekali seumur hidup," kata Ignatius Laksono Prabowo, kepada kumparan, Rabu (4/9).

Prabowo mengatakan, jika tak terdorong rasa haru, ia tak bakal mau menempuh perjalanan ratusan kilometer menuju Jakarta dari Magelang. Rombongan itu berjumlah 25 orang, semuanya merupakan umat dari Paroki Santo Yusuf.

Suasana persiapan misa akbar yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus di Kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (3/9/2024). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Jumlah itu sudah ditentukan oleh Keuskupan Agung Semarang (KAS), untuk membatasi umat yang bakal datang ke GBK.

Rombongan dari Magelang ini akan transit sejenak di Badan Penghubung Daerah DIY di jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

"Nanti transit dulu di Banhubda DIY, terus jam 10.00 WIB berangkat ke GBK," kata Prabowo.

KAS sendiri memberi subsidi bagi umat Paroki Santo Yusuf.

"KAS memberi subsidi 50 persen, dari total Rp 4 juta, kita cuma diminta bayar Rp 4 juta, artinya Rp 400 ribu per orang," kata Prabowo.

Untuk identitas gereja, umat dari Paroki Santo Yusuf membawa scarf dan topi yang dibordir identitas gereja.