Sukmawati Klarifikasi soal Puisi: Saya Tidak Ada Niatan Menghina Islam

Sukmawati memberikan keterangan pers klarifikasi soal puisinya yang menjadi perbincangan publik. Mengawali acara klarifikasi, Sukma meneriakkan kata merdeka.
Acara jumpa pers Sukma digelar di Warung Daun Cikini, Jakpus, Selasa (4/4).
"Merdeka. Sehubungan dengan puisi yang saya bacakan di ajang Indonesia Fashion Week dan memantik reaksi dari sebagian kalangan umat Islam, saya bermaksud menyampaikan klarifikasi," beber Sukma dalam keterangannya.
Menurut dia, puisi Ibu Indonesia yang dibacakannya sesuai dengan tema pagelaran busana terkait 29 tahun Anne Avantie berkarya. Puisi Ibu itu, bukan bermaksud menyinggung umat Islam dan kalangan ibu. Di puisi itu ada soal syariat Islam, cadar, dan azan.
"Semata-mata pandangan saya sebagai budayawan, seniman. Murni karya sastra Indonesia," tegas dia.
Mewakili pribadi tidak ada niatan menghina umat Islam dan ibu Indonesia
Sukmawati lalu menjelaskan, dia sendiri adalah seorang muslimah.
"Saya muslimah dan bersyukur, dan bangga dengan keislaman. Saya putri seorang proklamator Bung Karno, seorang tokoh Muhammadiyah, dan yang mendapat gelar dari NU," tutur dia.
Berikut isi puisi Sukmawati:
Ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat islam
Yang kutahu sari konde Ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut
Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi dan kreatif
Selamat datang di duniaku
Bumi ibu Indonesia
Aku tak tahu syariat islam
Yang kutahu suara kidung ibu Indonesia sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azanmu
Gemulai gerak tarimu adalah ibadah
Semurni irama puja kepada ilahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damai mengalun
Canting menggores ayat-ayat alam surgawi
Pandanglah ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini
Cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya

