Sukses Jadi Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah Kini Menatap Sulsel-1

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Instagram @nurdin.abdullah)
zoom-in-whitePerbesar
Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Instagram @nurdin.abdullah)

Dalam berbagai quick count yang digelar oleh lembaga survei, pasangan cagub dan cawagub Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman menang telak dari kandidat lainnya. Jabatan prestisius Gubernur Sulawesi Selatan untuk lima tahun mendatang telah menantinya.

Nurdin bukan tokoh baru yang dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan. Dia sukses menjabat Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, dua periode, yakni 2008-2013 dan 2013-2018.

Pengalamannya itu yang membuatnya mantap maju dalam Pilgub Sulawesi Selatan. Selama menjabat sebagai Bupati Bantaeng, pria kelahiran Kota Parepare itu dianggap sukses dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Nurdin Abdullah menggunakan hak pilihnya. (Foto: dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Nurdin Abdullah menggunakan hak pilihnya. (Foto: dok. Istimewa)

Bahkan, pada 15 Agustus 2016, Nurdin pernah mendapatkan anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama Bidang Koperasi dan UKM dari Presiden Joko Widodo. Tanda Jasa ini diberikan karena Nurdin dinilai telah memberikan sumbangsih dalam bidang sosial kemanusiaan.

Selama kepimipinan Nurdin, Kabupaten Bantaeng menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Selama 7 tahun memimpin Kabupaten Bantaeng, Nurdin bekerja keras untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Hasilnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng mengalami kenaikan dari 4,7 persen menjadi 9,2 persen.

Keturunan Raja Bantaeng ini juga dikenal sebagai pemimpin yanhg inovatif. Contohnya, Nurdin pernah menciptakan layanan kesehatan 'Mobile Ambulans' yang beroperasi selama 24 jam. Bupati bergelar profesor ini memodifikasi mobil Nissan Elgrand yang merupakan hibah dari pemerintah Jepang‎ untuk dijadikan ambulans.

Nurdin Abdullah memberikan pidato. (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Nurdin Abdullah memberikan pidato. (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)

Prestasi itu bahkan terdengar sampai ke luar negeri hingga ke Amerika Serikat. Bahkan, Konsul Jenderal Amerika Serikat Joaquin Monserrate‎ terbang ke Bantaeng pada akhir 2014 untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan ala Nurdin.

Selain itu, Nurdin juga dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan Nurdin bersama masyarakat yang selalu diunggahnya di akun Instagram @nurdin.abdullah.

instagram embed

Bahkan, setiap pagi Nurdin selalu membuka pos aduan masyarakat di rumahnya di Bonto Atu, Bantaeng. Banyak masyarakat yang menggunakan kesempatan ini untuk sekadar bersilaturahmi hingga mengadu dan berkeluh kesah.

Meski baru pertama kali mengikuti kontestasi Pilgub Sulawesi Selatan, namun nyatanya sosok Nurdin langsung melejit dan mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat. Latar belakangnya sebagai Bupati Bantaeng yang turut mendongkrak elektabilitas Nurdin.

Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Instagram @nurdin.abdullah)
zoom-in-whitePerbesar
Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman. (Foto: Instagram @nurdin.abdullah)

Terlebih sosok pendamping Nurdin, Andi Sudirman Sulaiman. Andi adalah adik kandung Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Andi selama ini dikenal karena kejeniusannya. Dia adalah alumnus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin tahun 2001.

Pria berumur 34 tahun itu selama ini bekerja di perusahaan tambang ternama di Australia. Usia muda Andi dan pengalamannya di dunia internasional adalah penyebab mengapa Nurdin Abdullah, memilihnya sebagai pendampingnya.

Dalam Pilgub Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman diusung oleh PDIP, PAN, PKS, dan partai baru PSI. Paslon ini membawa visi 'Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, dan Berkerakter'. Sementara misi paslon ini adalah:

  1. Pemerintah yang berorientasi melayani, inovatif, dan berkerakter

  2. Peningkatan infrastruktur yang berkualitas dan akselibel

  3. Pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif

  4. Pembangunan manusia yang kompetitif dan inklusif

  5. Peningkatan produktivitas dan daya saing produk sumber daya alam yang kerkelanjutan