Sulitnya Tenaga Kesehatan India Ajak Warga di Perdesaan Vaksinasi COVID-19
·waktu baca 3 menit

Keraguan mengenai efektivitas dan ketakutan terhadap vaksin COVID-19 membuat para tenaga kesehatan di wilayah perdesaan India kesulitan untuk memenuhi target vaksinasi.
Salah seorang nakes di negara bagian Haryana, Neelam Kumari, bercerita ketika tiba di rumah warga, sering kali para penghuni rumah berlarian masuk dan bersembunyi karena takut divaksin.
Gelombang ketiga pandemi COVID-19 memang tampak melandai di kota-kota besar, tetapi lain cerita di wilayah perdesaan India. Penularan virus corona semakin meluas.
“Banyak warga di desa saya yang tak mau divaksinasi. Mereka takut, kalau mereka divaksinasi, mereka akan meninggal,” ujar Kumari, seperti dikutip dari AFP.
“Salah satu warga desa murka, hingga menghajar seorang tenaga kesehatan yang mencoba meyakinkan dirinya untuk mau divaksinasi,” lanjutnya.
Baru 15 persen warga di perdesaan yang sudah menerima vaksin COVID-19 setidaknya satu dosis. Padahal, hingga dua per tiga dari total kasus COVID-19 di India dilaporkan berlokasi di perdesaan, menurut analisis dari portal berita The Hindu Daily.
Hoaks, Penghambat Utama Vaksinasi
Hoaks-hoaks bertebaran dan sampai ke warga lewat pesan berantai WhatsApp. Bahkan, salah satu hoaks yang menyebutkan bahwa COVID-19 disebabkan jaringan 5G membuat warga nekat menyerang menara jaringan di Haryana.
Orang-orang bahkan tak mau dites corona karena mereka yakin, pemerintah India akan mengatakan mereka positif COVID-19 meskipun hasil sebenarnya negatif.
Para penduduk di Desa Nuran Khera di Haryana--negara bagian di sebelah utara India--menolak divaksinasi, meskipun mereka mengatakan banyak warga yang melaporkan mengalami demam, bahkan hingga sakit parah.
“Saya tak akan mau divaksinasi karena banyak efek samping. Orang-orang malah sakit setelah divaksinasi,” tegas seorang warga desa, Rajesh Kumar.
Bahkan, di negara-negara bagian lainnya, banyak warga yang melarikan diri ke dalam hutan dan nekat menceburkan diri ke sungai demi menghindari para vaksinator.
Seorang tenaga kesehatan di negara Uttar Pradesh mengungkapkan keputusasaannya dalam meyakinkan para warga di desa-desa.
“Apa yang harus kami katakan kepada orang yang berkata, “Jika saya ditakdirkan untuk hidup, saya akan tetap hidup, meskipun tidak divaksin’?” ujarnya.
Upaya Kampanye dan Komunikasi
Salah satu cara untuk perlahan meyakinkan para warga desa dengan komunikasi yang efektif. Para ahli kesehatan berpendapat, India harus kembali menerapkan kampanye vaksinasi Polio seperti tahun 2000 lalu.
Program vaksinasi Polio itu sukses setelah para pemimpin komunitas yang dipercaya masyarakat mulai terjun langsung dalam kampanye, meyakinkan para orang tua bahwa vaksin aman.
Di negara bagian Uttar Pradesh, pendekatan yang sama mulai diterapkan. Para ulama keagamaan dijadikan ‘influencer’ untuk mengajak para pengikutnya untuk divaksinasi.
Selain itu, komunikasi tatap muka secara langsung juga membantu para warga untuk mau divaksinasi, meskipun tetap saja masih ada yang ketakutan. Di distrik Jind, Haryana, misalnya. Pendekatan tersebut berhasil membantu vaksinasi 70 persen lansia setidaknya satu dosis.
Salah satu tenaga kesehatan di negara bagian Haryana mengaku awalnya ia takut untuk divaksinasi. Tetapi, setelah melihat ada seorang dokter yang juga menerima vaksinasi, ia menjadi yakin dan akhirnya bersedia.
Pada Sabtu (5/6), India melaporkan sebanyak 120.529 kasus harian baru dalam 24 jam terakhir, dengan kematian bertambah hingga 3.380 jiwa.
Penambahan kasus harian di India tiap harinya menunjukkan penurunan, jika dibandingkan dengan beberapa pekan sebelumnya, yang bahkan bisa mencapai di atas 400.000 kasus dalam sehari.
Kini, total kasus COVID-19 di seluruh India mencapai 28,69 juta, tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Total pasien yang meninggal dunia adalah sebanyak 344.082 jiwa, dikutip dari Reuters.
