Sultan Buka Festival Kesenian Yogyakarta Bertema ‘Umbar’

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pawai Festival Kesenian Yogyakarta 2017 (Foto: Twitter @humas_jogja)
zoom-in-whitePerbesar
Pawai Festival Kesenian Yogyakarta 2017 (Foto: Twitter @humas_jogja)

Festival Kesenian Yogyakarta ke-29 telah dimulai. Hajatan ini dibuka oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X di depan Kantor Kepatihan, Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang mengambil tema besar "Umbar" itu ditandai dengan pelepasan pawai jalanan yang diikuti 27 kelompok kesenian dari lima kabupaten/kota di DIY serta komunitas kesenian dari Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

"FKY dapat menjadi panggung hiburan rakyat, penyegaran dari hiruk-pikuk masalah-masalah politik," kata Sultan saat membuka gelaran itu, Kamis (27/7), seperti dilansir Antara.

Pawai FKY 2017 (Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
zoom-in-whitePerbesar
Pawai FKY 2017 (Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

X post embed

Sultan mengapresiasi perhelatan seni yang setiap tahun digelar itu karena melalui FKY puncak-puncak pencapaian seni yang dihasilkan dari proses kreatif dapat diperagakan di hadapan masyarakat di berbagai sudut ruang publik.

"Sebagaimana pernah saya sampaikan dalam pembukaan FKY beberapa tahun lalu, bahwa pengembangan seni tergantung bagaimana kita mampu membangkitkan inovasi dan kreativitas," kata dia.

Sultan menganggap acara itu mampu menjadi tempat pemberhentian sejenak dari hiruk-pikuk politik yang berkembang saat ini.

Hal itu, menurut Sultan, selaras dengan tema "Umbar" yang dipilih dalam FKY tahun ini. "Umbar merupakan bahasa Jawa yang bermakna kebebasan berkreasi, sebagaimana kalau kita meng-'umbar' (membiarkan) anak-anak bermain di waktu luang," kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.

Sultan berharap kualitas penyelenggaraan FKY dari tahun ke tahun dapat terus meningkat. Sebab dengan pengembangan proses kreatif dan keunikan yang khas mampu mencapai peradaban yang unggul serta mengembalikan nilai-nilai keluhuran, keutamaan dan jati diri Yogyakarta.

X post embed

Ketua Umum FKY ke-29, Roby Setiawan, mengatakan gelaran festival seni yang akan berlangsung 27 Juli hingga 13 Agustus 2017 di Planet Pyramid, Jalan Parangtritis, Bantul, itu dirancang sebagai ruang apresiasi sekaligus wadah untuk menemukan tradisi yang khas di dalam ekosistem kesenian di Yogyakarta. "Kami berharap mampu memicu kreativitas baru," kata Roby.

Menurut dia, tema besar "Umbar" sengaja dipilih supaya FKY ke-29 ini dapat menjadi tempat melepas penat sekaligus memberikan kesegaran baru bagi masyarakat.

Setelah resmi dibuka oleh Gubernur DIY, rangkaian acara akan dilanjutkan Pembukaan Pasar Seni FKY 29 yang dipusatkan di Planet Pyramid. Di lokasi ini akan ditampilkan berbagai pertunjukan dari berbagai kelompok kesenian tradisi dan kontemporer seperti Gamelan Sekar Wangi, Tari Pink Kavaleri, dan Jogja Hip Hop Foundation.

X post embed