Sultan HB X Pertimbangkan DIY Lockdown karena Kasus Corona Terus Melonjak
ยทwaktu baca 1 menit

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) mempertimbangkan lockdown diterapkan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pasalnya lonjakan kasus corona terus terjadi di provinsi tersebut. Bed Occupancy Rate (BOR) ruang isolasi rumah sakit rujukan corona pun mencapai 75 persen.
Sri Sultan mengatakan, selama ini PPKM Mikro telah diterapkan. Di tingkat RT/RW mobilitas sudah diketatkan, tetapi lonjakan kasus masih terus terjadi.
"Karena kita sudah bicara ngontrol (mobilitas) di RT/RW, kalau gagal arep ngopo meneh (mau gimana apalagi). Kita belum tentu bisa cari jalan keluar. Ya, satu-satunya jalan, ya, lockdown. Kan, gitu," ujar Sri Sultan ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Jumat (18/6).
Tidak dijelaskan rinci apa yang dimaksud lockdown, apakah seperti PSBB ketat atau formula lainnya.
Yang jelas, soal wacana lockdown ini, Sri Sultan akan memanggil pejabat kabupaten dan dokter pada Senin mendatang. Pihaknya akan rapat bagaimana strategi menghadapi corona yang terus menyebar.
Menurutnya, kabupaten/kota harus punya strategi agar mobilitas masyarakat ini bisa diketatkan.
"Kita kan sudah bicara PPKM Mikro ini sudah bicara nangani di RT/RW pedukuhan. Kalau itu pun gagal mobilitasnya seperti ini ya kan kalau weekend ya terus (mobilitas) mau apalagi, ya, lockdown," ujarnya.
BOR RS 75 Persen
Selain itu, Sri Sultan juga menyoroti BOR rumah sakit yang begitu cepat naik selama seminggu belakangan ini. Jika biasanya BOR hanya 36 persen, kini mencapai 75 persen.
"Nah, tapi, saya enggak tahu sekarang yang mestinya BOR rumah sakit itu 36 persen koma sekian sekarang kira-kira sudah 75 persen," ujarnya.
Hingga Kamis (17/6), kasus corona di DIY secara kumulatif mencapai 50.746 kasus. Sebanyak 44.843 di antaranya kasus sembuh dan meninggal 1.330 kasus. Untuk kasus aktif mencapai 4.573 kasus.
