Sultan HB X Sampaikan Sapa Aruh, Ajak Masyarakat Menangi Perang Lawan Corona

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) menyapa warganya di Bangsal Kepatihan, Pemda DIY, Selasa (22/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) menyapa warganya di Bangsal Kepatihan, Pemda DIY, Selasa (22/6). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) kembali menyampaikan sapa aruh atau menyapa warganya di Bangsal Kepatihan, Pemda DIY, Selasa (22/6).

Sapa aruh keempat selama pandemi corona kali ini mengambil tajuk Eling lan Waspada, Wilujeng Nir Sambekala.

"Tampaknya tepat sebagai pengingat bahwa untuk memenangkan perang, meraih bagas-waras tanpa rubeda jauh dari gangguan penyakit, hanya jika kita eling lan waspada," kata Sri Sultan dalam pidato Sapa Aruh.

Eling lan waspada yang dimaksud adalah ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ingat bahwa protokol kesehatan yang paling elementer seperti 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

kumparan post embed

Kewaspadaan harus ditingkatkan terhadap kemunculan klaster dari kegiatan sosial masyarakat yang penularannya merambah ke keluarga. Menurutnya sikap manuggaling warga lan pamong dalam PPKM mikro harus dijaga untuk melawan corona.

"Maka, betapa pun ganasnya serangan COVID-19, niscaya kita pasti bisa memenangkan perang ini," ujar Sultan.

Vaksinasi pedagang pasar tradisional di Yogyakarta. Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Sultan mengatakan bahwa selama ini PPKM Mikro belum dijalankan secara maksimal. Sementara Case Fatality Rate (CFR) di DIY nyaris menyentuh besaran angka nasional yang 2,7 persen.

Pemakaian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) juga sudah melewati batas aman atau melebihi angka 60 persen, hingga menyebabkan keterbatasan tenaga kesehatan.

"Jawabannya harus berupaya menjauhkan diri dari lengah, mangasah-mingising budi, meningkatkan kepekaan diri sebagai basis membangun solidaritas sosial," ujarnya.

kumparan post embed

Ngarso Dalem menjelaskan, masyarakat merupakan subjek pencegahan penyebaran corona. Sekuat apa pun regulasi, menurutnya, hanya akan menjadi aji godhong aking atau tak berarti bagai daun kering, jika diabaikan dan tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati.

Kita harus lila legawa dengan menyadari, sedikit kelengahan bisa memperparah dampak pageblug ini.

-Sultan HB X

Kepada Pemkab dan Pemkot di DIY, Sultan meminta agar PPKM Mikro diberlakukan secara ketat dan terpadu. Segera juga lakukan re-inisiasi gerakan Jogo Wargo.

Kendalikan mobilitas dan aktivitas sosial masyarakat agar tidak menimbulkan klaster-klaster baru.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X disuntik vaksin corona di RSUP Dr Sardjito, Sleman, DIY, Sabtu (13/3). Foto: Dok. Humas Pemda DIY

Mereka juga diminta untuk mengaktifkan fasilitas shelter komunal berbasis gotong royong di tingkat desa/kalurahan, serta karantina wilayah dalam cakupan lokal setingkat RT dan Padukuhan yang berstatus Zona Merah dengan pendampingan dari instansi terkait.

"Saya percaya, gotong-royong dan solidaritas sosial masih menjadi kekuatan nyata warga Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekali lagi, pemerintah dan masyarakat harus lumangkah sagatra, sesuai kearifan lokal masing-masing," ujar Sultan.

Stay at home, tetap tinggal di rumah, menjadi pilihan terbaik saat ini. Dan, marilah kita jadikan rumah sebagai tempat meraup pahala dalam beribadah, tempat bekerja dalam mengabdi, tempat belajar yang nyaman bagi anak-anak kita. Jika memang demikian, insyaallah, kita dijauhkan dari malapetaka, dalam kondisi wilujeng nir sambekala.

-Sultan HB X