Sultan HB X soal Kapan DIY Gelar Sekolah Tatap Muka: Saya Enggak Berani

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X . Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X . Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sejumlah daerah telah memulai uji coba pembelajaran tatap muka (PTM), salah satunya DKI Jakarta. Namun, hal serupa belum berlaku di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena masih menerapkan PPKM Level 4 dan belum tahu kapan sekolah tatap muka diberlakukan.

"Kita enggak berani. Kalau saya enggak berani. Ya memang kemarin tidak ada larangan vaksinasinya (cakupan berapa persen untuk siswa)," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) di kompleks Kepatihan Pemda DIY, Senin (30/8).

Sultan menjelaskan, jika PTM dilakukan terburu-buru, dia khawatir akan terjadi lonjakan kasus corona lagi. Dirinya pun bisa saja dipersalahkan atas kebijakan membuka sekolah tatap muka di saat kasus masih tinggi.

"Tatap muka terus akeh sing OTG tur aku di PTUN piye (terus banyak yang OTG dan saya digugat di PTUN bagaimana?). Kan susah juga. Ya enggak berani. Masyarakat bisa (gugat di) PTUN karena ini instruksi Bapak Gubernur jadi banyak yang merah (zonanya)," jelas Sultan.

kumparan post embed

Saat ini, Sultan lebih cenderung untuk menuntaskan program vaksinasi, terutama bagi anak berusia 12-17 tahun yang merupakan usia anak sekolah.

"Kalau saya lebih cenderung guru itu harus divaksin, murid juga divaksin biarpun mungkin cuma sekali. Tapi kan sudah tumbuh imunitas pada dirinya. Jadi risiko positif itu ringan," tuturnya.

Sultan HB X Tunggu Pemerintah Pusat soal PPKM Level 4

Menyoal perpanjangan PPKM yang berakhir hari ini, Sultan mengaku masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Menurutnya, Pemda DIY tinggal menyesuaikan saja apakah PPKM Level 4 diperpanjang atau justru turun level.

"Belum tahu persis nanti kebijakan dari pusat seperti apa ya (soal PPKM). Kita menyesuaikan saja. Kita belum tahu persis. Kita lihat dulu arah dari kebijakan pusat," tutup Sultan.

Pemda DIY sebelumnya sudah berencana membuka sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru, Juli lalu. Namun, rencana ini batal karena kasus COVID-19 di provinsi tersebut sedang menanjak.