Sultan Minta Wisatawan Tak Buang Sampah Sembarangan di Malioboro

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan Pemda DIY, Senin (30/6/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan Pemda DIY, Senin (30/6/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, curhat masih ada saja wisatawan yang buang sampah sembarangan di kawasan Malioboro.

"Di Malioboro, gitu. Membuang sampah di tempatnya, tapi kita didik di antar daerah ini kan tidak sama. Satunya ning (buang di) tempat sampah, satunya ya buang (sampah) di dekatnya. Di mana dia berdiri," kata Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Senin (30/6).

Sultan mengakui tak mudah untuk membuat semua wisatawan membuang sampah pada tempatnya di Malioboro. Terlebih, ini membutuhkan kesadaran masing-masing individu.

Suasana kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta pada Senin (9/6/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Tidak semudah itu. Kalau menghadapi individu-individu perorangan juga tidak mungkin," jelas Raja Keraton Yogyakarta itu.

"Jadi bagaimana, mungkin tulisan (imbauan) diperbanyak atau apa," jelasnya.

Pantauan kumparan, kawasan Malioboro ramainya wisatawan pada Senin (30/6). Tampak Jalan Malioboro dipadati kendaraan pribadi.

Kawasan Malioboro tampak ramai dikunjungi wisatawan. Secara umum, Malioboro tampak bersih. Hanya saja di beberapa titik masih ada sampah plastik bekas pengunjung.

Suasana di kawasan Malioboro tampak ramai, Senin (30/6/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sementara itu, Pemkot Yogya sebelumnya memprediksi akan ada 400 ribu wisatawan selama libur sekolah sampai pertengahan Juli nanti.

"Sudah kita lihat, sekarang sudah banyak yang masuk," kata Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta, Sri Arika Wahyuningsih di Balai Kota Yogya, Rabu (25/6).

Berdasarkan pengalaman wisata rombongan pelajar jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan rombongan wisata keluarga.

"Pergerakan wisatawan selama libur sekolah diperkirakan antara 400-500 ribu (orang)," jelasnya.

Sementara itu, sepanjang Januari-Mei 2025 sudah ada 4,3 juta wisatawan ke Kota Yogya. Mereka rata-rata lama tinggal atau length of stay (LOS) 1,77 hari dengan rata-rata belanja Rp 2,5 juta.

Suasana di kawasan Malioboro tampak ramai, Senin (30/6/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan