Sultan soal Meja dan Kursi HB VIII yang Rusak: Kita Perbaiki Saja

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Meja kursi peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII di Museum Kursi HB VIII Keraton Yogyakarta rusak akibat ulah wisatawan yang hendak selfie. Terkait hal itu, Sri Sultan Hamengkubuwono X menanggapinya dengan bijak.

“Kecil (kerusakannya), enggak apa-apa kita perbaiki aja,” kata Sultan kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Selasa (17/12).

Akibat ulah wisatawan itu satu dari tiga kaki meja patah. Beruntung meja yang terbuat dari marmer itu tidak pecah lantaran masih jatuh di podium, bukan di lantai. Sultan menjelaskan perbaikan kaki meja itu masih dalam proses.

“Baru berproses perbaikannya,” katanya.

Kondisi meja kursi peninggalan Sri Sultan HB VIII yang rusak karena pengunjung. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sebelumnya, akibat ulah wisatawan yang hendak selfie, itu kaki meja marmer HB VIII patah, sementara podium yang digunakan untuk menaruh meja kursi tersebut juga berlubang.

Salah seorang Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Mas Bekel Purakso Wiarjo menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada pukul 12.00 WIB, Senin (16/12). Wisatawan tersebut merupakan ibu-ibu yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Purakso merupakan abdi dalem yang pertama mengetahui peristiwa itu. Saat itu dia sedang berjaga di Museum Batik yang ada di sebelahnya.

Meja Kursi Peninggalan Sri Sultan HB VIII. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

“Kalau jam 12-an kurang lebih. Saya jaga di Museum sebelahnya Museum Batik di situ terdengar ada semacam benturan gitu dan ternyata ada pengunjung dari Bandung masuk situ (naik) langsung selfie tanpa sepengetahuan penjaga,” ujar dia.

“Meja kakinya patah, alas untuk kursi HB VIII njlemblong (amblas berlubang) podiumnya,” kata Purakso.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Wisatawan yang bersangkutan pun telah meminta maaf dan mengaku akan mengganti biaya perbaikan. Sementara perbaikan kaki kursi itu diperkirakan sekitar Rp 400 ribu.

kumparan post embed