Sumber Air di Serpong Lagoon Diminta Disegel, Distribusi Air Bersih Tetap Jalan

DPRD Tangerang Selatan meminta instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) di Perumahan Serpong Lagoon disegel terlebih dahulu menyusul persoalan kualitas air yang dikeluhkan warga. Namun, mekanisme penyegelan perlu mempertimbangkan keberlangsungan distribusi air kepada warga.
Ketua RT 004/007 di Perumahan Serpong Lagoon, Heru Cahyono mengatakan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas rekomendasi agar pihak WTP segera mempercepat perbaikan kualitas air. Ia juga menyebut adanya kemungkinan penyegelan oleh Satpol PP.
“Rapat itu hasilnya adalah memberikan rekomendasi kepada pihak WTP untuk melakukan langkah-langkah strategis, mempercepat langkah-langkah strategis perbaikan mutu kualitas air, gitu. Dan kalau enggak salah akan ada penyegelan dari pihak Satpol PP kepada pihak WTP, gitu,” kata Heru saat dikunjungi di kediamannya, Rabu (14/10).
Sementara itu, Ketua RW 007 di Perumahan Serpong Lagoon, Deden Amijaya menjelaskan, tangki distribusi tetap digunakan agar penyaluran air kepada warga dapat berlanjut dengan pasokan dari sumber lain.
“Yang disegel itu bagian produksinya aja. Setelah itu lalu si tangki itu diisi oleh aliran air-air yang dikirim oleh Pemkot kah atau yang disediakan oleh si WTP sendiri sebagai tanggung jawab provider menyediakan bagi warga.” ujar Deden.
Deden menambahkan, Pemkot Tangsel telah menyatakan kesediaannya membantu kebutuhan air warga dengan mengirimkan satu truk air.
“Lagipula ada juga pemerintah juga Pemkot Tangsel juga sudah bersedia membantu bahwa bahkan pada hari ini pun akan mengirim satu truk gitu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, air yang masih tersimpan di tangki distribusi diharapkan dapat digunakan terlebih dahulu untuk membersihkan saluran. Setelah itu, tangki tersebut dapat diisi dengan air bersih yang dikirim Pemerintah Kota Tangsel atau disediakan pihak pengelola sebagai bentuk tanggung jawab kepada warga.
Dengan skema tersebut, warga berharap pasokan air dapat tetap dialirkan melalui jaringan yang sudah terhubung ke rumah masing-masing.
“Tangki itu diisi oleh aliran air-air yang dikirim oleh Pemkot atau yang disediakan oleh si WTP sendiri sebagai tanggung jawab provider menyediakan bagi warga. Nah, itu dari tangki itu disalurkan ke sana jadi tetap bisa tersalur ke warga tanpa ada kendala,” kata Deden.
Mekanisme distribusi air bersih menjadi salah satu persoalan yang perlu dipikirkan. Sebab, kawasan Serpong Lagoon dihuni sekitar 900 kepala keluarga (KK), sementara tidak semua rumah memiliki bak penampungan air.
Deden mengatakan, Pemkot Tangsel telah menyatakan kesediaannya membantu memasok air bersih bagi warga Serpong Lagoon. Menurut dia, satu truk air direncanakan dikirim pada hari itu, tetapi jumlah tersebut dinilai belum memadai untuk memenuhi kebutuhan warga di kawasan tersebut.
“Pemkot Tangsel juga sudah bersedia membantu bahwa bahkan pada hari ini pun akan mengirim satu truk. Satu truk ya, dan untuk kebutuhan warga Serpong Lagoon yang demikian banyak penduduknya ya itu tidak ada artinya,” kata Deden.
Warga Minta Kualitas Air Segera Diperbaiki
Heru mengatakan, RDP dengan DPRD Tangsel menghasilkan rekomendasi agar pihak pengelola mempercepat langkah perbaikan kualitas air di kawasan perumahan tersebut.
Heru juga menyebut kemungkinan adanya penyegelan terhadap WTP oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun, ia belum memastikan kapan tindakan tersebut akan dilakukan.
“Dan kalau enggak salah akan ada penyegelan dari pihak Satpol PP kepada pihak WTP,” kata Heru.
Dia mengungkapkan, warga juga berharap pihak pengelola menyediakan air bersih yang berasal dari sumber berbeda dari pasokan yang selama ini digunakan.
“Air bersih itu yang kita harapkan adalah air yang bukan diambil dari sumber yang sama yang sekarang ini,” ungkapnya
Sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga Serpong Lagoon berasal dari danau di belakang kawasan perumahan. Namun setelah diteliti oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Tangerang Selatan, sampel air yang berasal dari reservoir tersebut mengandung bakteri E.coli.
