Sumber Air di Serpong Lagoon Diminta Disegel, Distribusi Air Bersih Tetap Jalan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi air keruh di salah satu rumah warga perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/10/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi air keruh di salah satu rumah warga perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sumber air yang digunakan instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) untuk perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, diusulkan disegel untuk sementara.

Hal ini menyusul 146 anak dan orang dewasa di kawasan perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, dilaporkan mengalami sakit dengan gejala diare dan muntah, diduga akibat sumber air yang mereka konsumsi di perumahan tersebut.

Namun, warga berharap distribusi air bersih ke rumah-rumah tetap berjalan dengan menggunakan pasokan dari sumber lain.

Ketua RW 007 Serpong Lagoon, Deden, mengatakan, apabila penyegelan dilakukan, bagian produksi WTP diharapkan menjadi bagian yang disegel, sedangkan tangki distribusi tetap dapat digunakan untuk menyalurkan air bersih pengganti kepada warga.

“Jadi tadi kami koordinasi dengan pihak pengelola untuk bila memungkinkan bila si WTP ini disegel dipikirkan bahwa yang disegel itu bagian produksinya aja,” kata Deden saat ditemui kumparan di kediamannya, Rabu (14/10).

Kondisi air keruh di salah satu rumah warga perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ia menjelaskan, air yang masih tersimpan di tangki distribusi diharapkan dapat digunakan terlebih dahulu untuk membersihkan saluran. Setelah itu, tangki tersebut dapat diisi dengan air bersih yang dikirim Pemerintah Kota Tangsel atau disediakan pihak pengelola sebagai bentuk tanggung jawab kepada warga.

Dengan skema tersebut, warga berharap pasokan air dapat tetap dialirkan melalui jaringan yang sudah terhubung ke rumah masing-masing.

“Tangki itu diisi oleh aliran air-air yang dikirim oleh Pemkot atau yang disediakan oleh si WTP sendiri sebagai tanggung jawab provider menyediakan bagi warga. Nah, itu dari tangki itu disalurkan ke sana jadi tetap bisa tersalur ke warga tanpa ada kendala,” kata Deden.

Kondisi air di rumah ibu Novi, warga kompleks perumahan Serpong lagoon, nampak ada butiran pasir dalam air tersebut, Rabu (14/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Mekanisme distribusi air bersih menjadi salah satu persoalan yang perlu dipikirkan. Sebab, kawasan Serpong Lagoon dihuni sekitar 900 kepala keluarga (KK), sementara tidak semua rumah memiliki bak penampungan air.

Deden mengatakan, Pemkot Tangsel telah menyatakan kesediaannya membantu memasok air bersih bagi warga Serpong Lagoon. Menurut dia, satu truk air direncanakan dikirim pada hari itu, tetapi jumlah tersebut dinilai belum memadai untuk memenuhi kebutuhan warga di kawasan tersebut.

“Pemkot Tangsel juga sudah bersedia membantu bahwa bahkan pada hari ini pun akan mengirim satu truk. Satu truk ya, dan untuk kebutuhan warga Serpong Lagoon yang demikian banyak penduduknya ya itu tidak ada artinya,” kata Deden.

Warga Minta Kualitas Air Segera Diperbaiki

Wawancara dengan Heru Cahyono (kiri), ketua RT 004/007 dan Deden Amijaya (kanan) Ketua RW 007 Perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Sementara itu, Ketua RT 004/RW 007 Serpong Lagoon, Heru, mengatakan RDP dengan DPRD Tangsel menghasilkan rekomendasi agar pihak pengelola mempercepat langkah perbaikan kualitas air di kawasan perumahan tersebut.

Heru juga menyebut kemungkinan adanya penyegelan terhadap WTP oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun, ia belum memastikan kapan tindakan tersebut akan dilakukan.

“Dan kalau enggak salah akan ada penyegelan dari pihak Satpol PP kepada pihak WTP,” kata Heru.

Dia mengungkapkan, warga juga berharap pihak pengelola menyediakan air bersih yang berasal dari sumber berbeda dari pasokan yang selama ini digunakan.

“Air bersih itu yang kita harapkan adalah air yang bukan diambil dari sumber yang sama yang sekarang ini,” ungkapnya

Sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga Serpong Lagoon berasal dari danau di belakang kawasan perumahan. Namun setelah diteliti oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Tangerang Selatan, sampel air yang berasal dari reservoir tersebut mengandung bakteri E.coli.