Sumur Migas di Subang Terbakar
·waktu baca 2 menit

Sumur minyak dan gas bumi (migas) Pertamina EP yang berlokasi di Dusun Cikaret, Desa Cidahu, Kecamatan Pegaden Barat, Kabupaten Subang, Jawa Barat, meledak pada Selasa (5/8) pukul 04.40 WIB.
Asep Salim, warga yang rumahnya sekitar 1 kilometer dari sumur tersebut, menceritakan momen ketika ia mendengar ledakan.
"Suara ledakan seperti pesawat jatuh hingga membuat warga berhamburan ke luar mencari titik lokasi ledakan," kata Asep, Selasa (5/8).
"Suara ledakan sangat kuat disertai api tinggi dari arah sumur," lanjutnya.
Asep menyebutkan bahwa informasi dari kerabatnya yang bekerja di lokasi tersebut, ada 2 pekerja yang terluka bakar.
Selasa pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, area jalan menuju sumur migas tersebut dijaga aparat keamanan. Warga dan wartawan tidak bisa mendekat.
Api Sudah Dipadamkan
PT Pertamina EP Subang Field mengkonfirmasi insiden di Gas line CO2 Removal yang terjadi di Stasiun Pengumpul Subang tersebut.
"Pada pukul 06.41 WIB api dipadamkan oleh Tim Penanggulangan Keadaan Darurat Pertamina EP Subang Field yang bergerak cepat melakukan penanganan teknis dengan melakukan pemadaman sumber api dan melakukan tindakan mitigasi untuk mengendalikan kondisi," kata Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono.
Menurutnya, Seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai dengan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang diberlakukan perusahaan.
2 Pekerja Terluka Bakar
Pinto pun mengonfirmasi soal 2 pekerja yang terluka bakar.
"Dalam insiden tersebut, dua pekerja mengalami cedera luka bakar dan dalam keadaan sadar penuh. Kedua korban mendapatkan penanganan pertama di RS Hamori Subang. Selanjutnya korban dirujuk ke RS di Jakarta untuk penanganan dan perawatan lebih lanjut," ucapnya.
Pertamina EP memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. Pertamina EP telah membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab terjadinya peristiwa ini.
Humas Pertamina EP, Hardian, mengimbau masyarakat tetap tenang.
"Warga diimbau tetap tenang, insyaallah situasi tetap aman terkendali," katanya.
Warga yang sebelumnya sempat mengungsi, dipastikan saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Warga saat ledakan memang sempat diungsikan beberapa kilometer dari TKP, namun sekarang sudah kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas normal seperti biasa," ujar Hardian.
