Sungai Ciujung Menghitam dan Bau: Diduga Tercemar Limbah, Warga Terdampak

Aliran Sungai Ciujung di Kabupaten Serang diduga tercemar limbah. Kondisi sungai tersebut kini berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap mulai dari Kecamatan Tanara hingga Kecamatan Tirtayasa, sehingga mengganggu aktivitas warga.
Berdasarkan pantauan di Kampung Jongjing, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Kamis (18/6) sore, kondisi air tampak menghitam disertai bau tak sedap. Selain itu, di permukaan air terlihat zat yang menyerupai minyak.
Warga Sebut Kondisi Terjadi Lebih dari Dua Pekan
Warga Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Ahmad Khotib mengaku kondisi aliran Sungai Ciujung yang berubah warna menjadi hitam dan berbau tak sedap sudah terjadi lebih dari dua pekan. Menurutnya, kondisi tersebut kerap terjadi tanpa ada solusi yang dirasakan masyarakat.
"Ini udah 2 Minggu lebih karena airnya tercemar dan bau lagi, menghitam begini. Kondisinya seperti itu sering juga sih, hampir tiap tahun kayaknya. Mau gimana lagi, masyarakat kecil mah bisanya diem aja begini," kata Khotib, Kamis (18/6).
Khotib mengatakan, kondisi Sungai Ciujung yang diduga tercemar membuat warga terganggu karena bau tak sedap masuk hingga ke dalam rumah.
"Malam itu paling kerasa, paling nyengat. Siang juga bau, tergantung arah angin. Mau tidur ga nyaman, banyak nyamuk juga," ungkapnya.
Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Menurut Khotib, sejumlah warga yang selama ini mengandalkan Sungai Ciujung untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak kini kesulitan mendapatkan suplai air bersih.
"Warga juga ngeluh, apalagi yang ngandelin air dari Kali Ciujung. Udah enggak bisa dipakai mandi, masak. Paling ngambil dari sumur, harus ngebor lagi, keluar duit lagi," ucapnya.
Berdampak pada Lahan Pertanian
Keluhan serupa disampaikan warga Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa, Roni. Ia mengaku kondisi Sungai Ciujung yang diduga tercemar berdampak pada lahan garapannya sehingga tidak dapat ditanami sayuran.
"Aturannya kita bisa nanam sayuran, buat belanja sehari-hari jadi enggak bisa nanam. Kita udah mah dirugikan dari tanaman, terus baunya menyengat kemana-mana," ungkap Roni.
