Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Sungai di Indramayu Tercemar Minyak Mentah dari Pipa Bocor
17 Juni 2024 11:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Minyak mentah atau crude oil berceceran di sungai dan irigasi di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, diduga berasal dari kebocoran pipa milik Pertamina.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan warga, Gendon (42), minyak tersebut mulai terlihat dua hari lalu pada Jumat (14/6), dan kondisinya makin parah pada Sabtu (15/6). Warga segera melaporkan kejadian ini kepada aparat pemerintah dan Pertamina.
"Saat pulang dari melaut, saya kaget melihat banyak minyak berceceran," ujar Gendon, seorang nelayan setempat, kepada kumparan pada Minggu (16/6).
Gendon menjelaskan, awalnya minyak hanya mencemari saluran irigasi. Namun pasang air laut membuat minyak masuk ke sungai yang terhubung ke muara Perairan Indramayu.
"Cecerannya bahkan sampai ke breakwater, tapi sekarang sudah dibersihkan sejak kemarin," tambahnya.
Nelayan lain, Dunia (55), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak pencemaran minyak ini. Perahu-perahu nelayan terkena noda minyak hitam yang sulit dihilangkan.
"Saya biasa mencari ikan di sekitar sini, khawatir lingkungan tercemar dan mencari ikan semakin sulit," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Bupati Indramayu Kontak Pertamina
Setelah mendapat laporan, Bupati Indramayu, Nina Agustina, langsung menghubungi pihak Pertamina untuk segera melakukan penanganan dan pembersihan.
Nina menyampaikan bahwa sejak kemarin, pihak Pertamina sudah mulai melakukan pembersihan. Ia juga meminta Pertamina untuk lebih peduli terhadap lingkungan, baik di darat maupun di laut Indramayu.
"Pertamina juga memiliki kolam retensi di Losarang dari EP, itu harus di-maintenance dan dicek terus," ujar Nina kepada kumparan.
Nina juga menegaskan bahwa pipa-pipa milik Pertamina di Indramayu harus dicek secara rutin dan berkala untuk mencegah kebocoran.
"Semua pipa di Indramayu harus di-maintenance dan dicek, baik yang di darat maupun di laut, karena kita tidak tahu usia pipa tersebut sudah berapa lama," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Nina juga menyampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu telah datang ke lokasi kebocoran untuk mengecek dampak kebocoran dan mengambil sampel air sungai dan irigasi.
"Alhamdulillah, pH-nya masih dalam kategori aman untuk biota air," kata Nina.
Hingga berita ini ditayangkan, Pertamina belum memberikan statement atas peristiwa ini.