Sungai Mahakam Surut, Pelayaran Samarinda-Mahakam Ulu Tak Beroperasi 2 Pekan

Surutnya Sungai Mahakam akibat musim kemarau mulai melumpuhkan transportasi air menuju Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.
Kondisi alur sungai yang semakin dangkal membuat kapal pengangkut penumpang dan barang dari Samarinda menuju wilayah pedalaman tidak lagi dapat beroperasi seperti biasa.
Sejumlah pelaku transportasi sungai bahkan memilih menghentikan pelayaran selama sekitar dua pekan terakhir karena khawatir kapal kandas atau mengalami kerusakan saat memaksakan diri melintasi alur sungai yang dangkal.
Sadam Husen (36), salah seorang nakhoda kapal rute Samarinda-Mahakam Ulu, mengatakan kondisi tersebut membuat kapal untuk sementara harus berhenti beroperasi.
“Sudah dua minggu kapal ke Mahakam Ulu tidak bisa jalan sama sekali karena air dangkal. Kalau dipaksakan melintas justru rugi besar dan sangat berisiko. Sementara ini kapal terpaksa kami istirahatkan,” ujar Sadam saat konfirmasi, Rabu (19/8).
Menurutnya, pendangkalan sungai membuat kapal tidak leluasa bergerak. Risiko kandas menjadi pertimbangan utama sebelum operator memutuskan melanjutkan perjalanan.
"Kami nggak berani dan tidak mau mengambil risiko, takut kapal kandas dan berbahaya bagi penumpang," ucapnya.
Menunggu Debit Sungai Kembali Naik
Surutnya Sungai Mahakam menjadi tantangan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur transportasi air.
Kondisi tersebut juga membuat operator kapal harus mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum kembali menjalankan pelayaran.
Sementara masyarakat kini harus menyesuaikan perjalanan melalui jalur darat meski membutuhkan waktu lebih panjang dan biaya lebih besar.
Jika debit air belum kembali naik, masyarakat dan pelaku usaha transportasi diperkirakan masih harus mengandalkan jalur darat untuk menjaga mobilitas serta distribusi barang menuju Mahakam Ulu.
“Kalau kapal dipaksakan jalan dalam kondisi seperti sekarang, risikonya terlalu besar. Jadi sementara menunggu air naik, kami cari alternatif lain,” pungkas Sadam.
