Suporter Persita Penyerang Bus Persis Seumur Hidup Dilarang Nonton di Stadion
·waktu baca 1 menit

Pada Sabtu (28/1), bus yang berisikan pemain dan ofisial Persis Solo dilempari batu usai pertandingan Persita vs Persis Solo di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang. Kaca bus pecah, seorang ofisial cedera.
Polres Tangerang Selatan menetapkan 7 pemuda—statusnya pelajar dan karyawan swasta—sebagai tersangka berinisial MR, HK, IA, FS, MF, DH dan GR. Dua inisial pertama adalah otak penyerangan.
Apa motif para pemuda itu?
"Motifnya balas dendam. Waktu tandang ke Persis Solo, suporter Persita Tangerang di-sweeping oleh suporter Persis Solo," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Faisal, Senin (30/1).
Polisi mengenakan Pasal 170 KUHP kepada 7 tersangka itu.
Sanksi dari Persita
Persita Tangerang memberikan sanksi tegas kepada 7 pelaku itu, yakni larangan seumur hidup menonton bola di Stadion Indomilk Arena.
"Kita sanksi larangan masuk stadion seumur hidup dan memajang foto mereka di area stadion sebagai pelaku pelemparan," kata Panitia Pelaksana Officer Persita Tangerang, Tommy Kurniawan, di Mapolres Tangsel, Senin (30/1).
Tommy mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi supaya 7 pelaku itu dicekal di seluruh stadion. "Untuk sementara di Stadion Indomilk dulu, ke depan kita koordinasi dengan tim Liga 1 untuk berikan info terkait para tersangka ini direkomendasikan, larangan nonton di stadion seluruh Indonesia," ujarnya.
