Survei: 48,9% Warga Tak Setuju Pelatihan Kartu Prakerja, Lebih Baik Jadi Bansos

Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei mengenai wabah corona yang terjadi selama 3 bulan terakhir. Salah satu hasil surveinya, mengenai program pemerintah Kartu Prakerja bagi pekerja yang terdampak corona.
Hasilnya, 38,7 persen responden menjawab tidak setuju dengan program pelatihan online dalam Kartu Prakerja, sangat tidak setuju 10,2 persen, cukup setuju 25,3 persen, 4,5 persen setuju.
"Sebagian besar tidak setuju sebagian dana di kartu prakerja digunakan untuk pelatihan online, 48,9 persen (persentase tidak setuju ditambah sangat tidak setuju)," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara virtual, Minggu (7/6).
Kemudian, mayoritas dari responden yang tidak setuju dengan pelatihan dalam program Kartu Prakerja, memberikan pendapat lebih baik buat sembako daripada pelatihan online. Sebanyak 34 persen responden menjawab demikian.
"Soal kartu prakerja. Tadi di tampilan di slidenya, ada 54 persen yang mau BLT dan bansos. Tapi ada 12 persen juga yang suka bantuan online. Ini kan masalah mindset, persepsi," kata Burhanuddin.
Dalam penjelasannya, bantuan bahan pokok untuk rakyat kecil, kesehatan, dan BLT adalah bentuk realokasi anggaran yang paling banyak disetujui warga.
Mayoritas warga mendukung jika penanggulangan dampak COVID-19 terutama difokuskan pada UMKM. Mayoritas juga menilai bantuan sosial yang diberikan untuk warga kurang mampu kurang atau tidak tepat sasaran sama sekali, 60,3 persen. Sebagian besar tidak setuju sebagian dana di kartu prakerja digunakan untuk pelatihan online, 48.9%.
Yang tidak setuju menilai pembagian sembako dan bantuan tunai bagi yang membutuhkan lebih bermanfaat ketimbang untuk pelatihan online.
Burhan mengatakan, bantuan-bantuan tersebut tidak semuanya dinilai negatif oleh masyarakat, termasuk program Kartu Prakerja.
"Sampai hari ini, ketika kementerian ekonomi sedang evaluasi dan menghentikan semua yang masuk prakerja karena saat ini sudah ada 8,6 juta yang daftar, targetnya kan cuma 5,6 juta saja, jadi respons masyarakat soal kartu prakerja ini juga besar juga banyak juga yang tidak suka disuapi saja," lanjutnya.
"Kita harus fair terhadap mereka yang setuju dengan ini," tutupnya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona!
