Survei Akar Rumput: 61,5% Masyarakat Pilih Figur Ketum Parpol-Populer di Pilpres

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menggunakan hak politiknya ketika mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 02, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (27/4). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan hak politiknya ketika mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 02, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (27/4). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Perkumpulan Kader Bangsa bersama Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) merilis survei baru terkait peta capres-cawapres di 2024. Menurut salah satu temuan survei, mayoritas masyarakat akan memilih pasangan calon capres-cawapres berlatar otoritas parpol atau ketum parpol dengan tokoh populer di Pilpres 2024.

Paslon ketum parpol-populer dipilih 61,5% responden. Meski ada 34,9% responden yang mengaku tak setuju dengan skenario ini.

"Kami tanyakan kombinasi capres-cawapres apa setuju ketum parpol-populer? Ini 65,1%, paling banyak dibanding kombinasi lain," kata Tim Peneliti ARSC Bagus Balghi dalam paparan survei, Rabu (30/7).

Di satu sisi, pasangan capres-cawapres yang sama-sama dari kalangan populer menjadi skenario selanjutnya yang paling dipilih publik. Pasangan populer-populer didukung 63,4%, meski ditolak oleh 36,6% lainnya.

Sementara paslon dari kalangan populer-ketum dipilih 60% responden, dan paslon yang sama-sama berasal dari kalangan ketum/pimpinan parpol dipilih 50,2%.

"Populer-ketum 60%. Ketum-pemimpin parpol 50,2%, populer-populer 63,4%," terang Bagus.

"Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang dinilai publik ideal adalah sosok ketua umum/pimpinan partai politik dan sosok populer. Pasangan ideal ini sebagai representasi dari keseimbangan antara kebutuhan dukungan partai politik dan dukungan publik," tandasnya.

Survei dilakukan dengan sampel 1.225 responden, terbagi secara proporsional

berdasarkan jumlah pemilih (penduduk usia dewasa) yang tercatat pada Pemilu 2019.

Sampel ditentukan dengan acak bertingkat (Multistage random sampling) dengan margin of error: +/- 2,8% pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95%.

Pengumpulan data dilakukan pada 21 Juni sampai 05 Juli 2022, melalui wawancara telepon menggunakan kuesioner terstruktur; oleh 40 enumerator.