Survei Capres Kompas: Elektabilitas Andika Perkasa Ungguli Erick Thohir dan Puan

23 Februari 2022 13:50 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan keterangan pers usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan keterangan pers usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bursa capres 2024 masih memanas. Tak hanya di papan atas seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, persaingan capres di papan tengah dan bawah juga terus bergerak dinamis.
ADVERTISEMENT
Survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan Sandiaga Uno memimpin elektabilitas tokoh papan tengah capres 2024, dengan persentase 4,9 persen.
Yang ikut menarik, ada nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang juga perlahan terus menanjak.
"Di posisi papan bawah, mulai terjadi dinamika dengan munculnya nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan tingkat elektabilitas 2 persen dan Menteri BUMN Erick Thohir yang meraih simpati 1,1 persen masyarakat," jelas paparan survei kepemimpinan nasional versi Litbang Kompas, Rabu (23/2).
Hasil menunjukkan Andika berada di posisi ke-9 dalam bursa capres 2024 dalam survei terbaru Litbang Kompas. Ia berada di bawah Prabowo (26,5 persen), Ganjar (20,5 persen) dan Anies (14,2 persen) yang berada di papan atas.
Hasil survei kepemimpinan nasional Kompas terhadap calon presiden 2024. Foto: Dok. Litbang Kompas
Kemudian Sandiaga Uno (4,9 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (3,7 persen), Basuki Tjahaja Purnama (2,9 persen), Ridwan Kamil (2,6 persen) dan Tri Rismaharini (2,6 persen).
ADVERTISEMENT
Sementara Andika mengungguli Gatot Nurmantyo (1,4 persen), Erick Thohir dan Mahfud MD yang sama-sama mendapatkan elektabilitas sebesar 1,1 persen, lalu Puan Maharani 0,6 persen. Namun, responden yang menjawab tidak ada/tidak tahu/rahasia juga masih cukup tinggi, yakni 11,8 persen.
Survei Litbang Kompas ini digelar pada 17-30 Januari 2022 dengan melibatkan 1.200 responden lewat wawancara tatap muka, yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Margin of error penelitian ini sebesar +/- 2,8 persen.