Survei: Elektabilitas NasDem, Demokrat, PKS, PPP Naik Jika Usung Anies Capres

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7). Foto: ANTARA FOTO/Fauzi Lamboka
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7). Foto: ANTARA FOTO/Fauzi Lamboka

Lembaga Survei Indo Riset merilis survei terbaru bertajuk 'Pemilu 2024: Potensi Pilpres 2 Putaran.' Salah satu temuan survei yaitu kans kenaikan elektabilitas parpol jika mendukung Gubernur Anies Baswedan sebagai capres.

Peneliti Indo Riset Roki Arbi mengatakan elektabilitas NasDem, Partai Demokrat, PPP dan PKS berpeluang naik di Pemilu 2024 jika mengusung Anies sebagai capres.

"Ada potensi kenaikan suara NasDem, PKS, PPP dan Demokrat bila mencalonkan Anies," kata Roki dalam paparan survei secara virtual, Kamis (19/5).

Roki menjelaskan dalam simulasi tertutup, elektabilitas NasDem sebesar 4,3 persen. Jika NasDem mendukung Anies, elektabilitas naik secara signifikan hingga 12 persen.

Hal yang sama juga terjadi pada PKS. Dalam simulasi tertutup elektabilitas PKS sebesar 7,5 persen. Dan jika mendukung Anies, elektabilitas PKS naik menjadi 14,9 persen.

Potensi suara partai jika mencalonkan Anies. Foto: Indo Riset

Sementara itu, elektabilitas PPP juga naik signifikan menjadi 11,5 persen jika mendukung Anies di pilpres 2024. Sedangkan dalam simulasi tertutup, elektabilitas PPP hanya 3,7 persen.

Roki menuturkan elektabilitas Partai Demokrat juga naik signifikan menjadi 17,2 persen jika mengusung Anies sebagai capres. Dalam simulasi tertutup, elektabilitas Demokrat sebesar 10,9 persen.

Survei dilakukan pada 11-17 April 2022 dengan jumlah responden 1.100 sampel. Dalam proses kendali mutu, data yang valid untuk dianalisis sebesar 1.096. Margin of eror hasil survei kurang lebih 2,96 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.