Survei Indikator: 68,7% Warga Setuju Pilkada 2020 Rawan Penyebaran Corona

Lembaga Indikator Politik Indonesia mengeluarkan hasil survei mengenai penyelengaraan Pilkada Serentak di masa pandemi virus corona ini.
Dari hasil survei, 68,7% setuju bahwa penyelenggaraan pilkada serentak pada bulan Desember 2020 sangat rawan penyebaran virus corona. Sementara ada 11,1% responden yang menjawab tidak setuju penyelenggaraan pilkada rawan penyebaran COVID-19.
Dalam survei tersebut warga juga ditanya mengenai penundaan Pilkada 2020 karena situasi wabah virus corona belum terkendali dan pilkada serentak Desember 2020 tidak ditunda dan tetap diselenggarakan sesuai jadwal karena tidak tahu kapan wabah virus corona akan berakhir.
Kemudian sebanyak 53,3% responden yang berasal dari wilayah non penyelenggara Pilkada Serentak 2020 menginginkan bahwa pilkada serentak sebaiknya ditunda karena situasi wabah virus corona yang belum terkendali.
Lalu sebanyak 46,3% responden yang berasal dari wilayah yang akan diselenggarakan Pilkada 2020 menginginkan pilkada tetap dilaksanakan dan tidak ditunda.
"Di wilayah yang gelar pilkada, yang setuju ditunda dan dilaksanakan itu split atau sama kuatnya. Lucunya, semakin tidak ada pilkada di wilayahnya, justru makin ingin ditunda," Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi, Minggu (25/10).
Burhanudin mengatakan, banyak masyarakat yang dari wilayah non penyelenggaraan pilkada menginginkan pilkada serentak 2020 untuk ditunda.
"Yang ingin ditunda lebih banyak yang berasal dari non pilkada. ini mungkin parno kali ya, yang di wilayah pilkada lebih nekat," kata dia.
Survei digelar pada 24-30 September 2020 terhadap 1200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel yang pernah diwawancarai langsung oleh Indikator Politik Indonesia.
Survei terhadap 1200 responden itu dilakukan melalui telepon karena pandemi. Margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.
