Survei Indikator: Mayoritas Publik Setuju Aparat Makin Semena-mena

kumparanNEWSverified-green

Massa aksi demo tolak Omnibus Law tiba di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (22/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Massa aksi demo tolak Omnibus Law tiba di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (22/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei mengenai politik, demokrasi, dan pilkada di era pandemi. Terkait kinerja demokrasi di Indonesia, survei tersebut mengukur persepsi responden terhadap perlakuan aparat saat ini.

Dalam salah satu survei, pernyataan yang ditanyakan adalah apakah aparat makin semena-mena menangkap warga yang berbeda pilihan politik dengan penguasa. Mayoritas publik cenderung setuju atau sangat setuju.

Sebanyak 19,8 persen responden menjawab sangat setuju sementara 37,9 persen responden menjawab agak setuju. Berarti total yang setuju adalah 57,7 persen. Responden yang kurang setuju adalah 31,8 persen sementara yang tidak setuju sama sekali adalah 4,7 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menjelaskan, terkait kinerja demokrasi, ada harapan dari publik agar Presiden Jokowi menjaga warisan demokrasi.

"Hati-hati, bagaimana pun ada ekspektasi dari Jokowi, beliau presiden yang lahir di era reformasi, untuk menjaga warisan kebebasan demokrasi," jelas Burhanudin saat memberikan paparan surveinya secara virtual, Minggu (25/10).

Survei Indikator Politik Indonesia soal demokrasi, pilkada dan pandemi. Foto: Indikator

Menurut Burhanudin, indikator kebebasan sipil mempengaruhi kepuasan demokrasi. Jika kebebasan sipil dinilai positif maka demokrasi pun akan dianggap baik.

"Indikator kebebasan sipil mempengaruhi kepuasan demokrasi. Mereka puas atau tidak, itu salah satu cirinya, ditentukan seberapa positif mereka dengan demokrasi," jelas Burhanudin.

Survei digelar pada 24-30 September 2020 terhadap 1200 responden yang dipilih secara acak dari kumpulan sampel yang pernah diwawancarai langsung oleh Indikator Politik Indonesia.

Survei terhadap 1200 responden itu dilakukan melalui telepon karena pandemi. Margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.