Survei Indikator Tunjukkan Kepercayaan Publik ke KPK Rendah, Kalah dengan Polri

5 Desember 2021 18:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tingkat kepercayaan pubik ke KPK dan lembaga negara lainnya berdasarkan survei Indikator. Foto: Indikator
zoom-in-whitePerbesar
Tingkat kepercayaan pubik ke KPK dan lembaga negara lainnya berdasarkan survei Indikator. Foto: Indikator
ADVERTISEMENT
Menyedihkan, demikian kata mantan Jubir KPK Febri Diansyah mengomentari hasil survei lembaga Indikator atas sejumlah lembaga negara. KPK bahkan di bawah Polri.
ADVERTISEMENT
"Menyedihkan, kepercayaan pada KPK anjlok. Jika bagian 'Sangat Percaya & Cukup Percaya' dijumlahkan, KPK berada di urutan ke-8," kata Febri seperti dikicaukan di akun twitternya @febridiansyah dan sudah diizinkan mengutipnya, Minggu (5/12).
Gedung Merah Putih KPK. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Febri lalu menampilkan data urutan kepercayaan publik ke lembaga negara.
1. TNI 95
2. Presiden 86
3. Polri 80
4. MA 79
5. MK 79
6. Pengadilan 77
7. Kejaksaan 76
8. KPK 71
9. MPR 67
10. DPD: 66
11. DPR 62
12. Parpol 52
"Tingkat kepercayaan terhadap KPK berada cenderung lebih dekat pada institusi politik seperti, MPR, DPD, DPR dan Parpol," tambah Febri.
Survei Indikator sendiri dilakukan pada 2-6 November 2021. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
ADVERTISEMENT
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah total sampel sebanyak 2.020 responden, dengan perincian sampel basis sebanyak 1.220 orang dan oversample sebanyak 800 responden di sepuluh provinsi yang ada di Pulau Sumatera.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Belum ada tanggapan dari KPK terkait hasil survei ini.