Survei Ipang Wahid Stratejik: kumparan Jadi Referensi Media Anak Muda

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bekerja di kumparan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bekerja di kumparan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ipang Wahid Stratejik (IPWS) sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang pemikiran strategis berbasis data analitik, kembali melakukan wawancara online dengan survei kuesioner pada periode 28 Agustus-4 September 2023.

Kali ini, PWS mengangkat tema tentang referensi media pilihan netizen. Hasil survei ini memperlihatkan kumparan masuk dalam jajaran media yang menjadi referensi pilihan masyarakat, khususnya di kalangan anak muda.

Referensi bacaan yang mempresentasikan anak muda. Foto: Dok. IPWS

kumparan menempati posisi kedua sebagai media yang mempresentasikan anak muda, di bawah Kompas. Sebanyak 11 persen anak muda memilih kumparan.

kumparan juga masuk dalam jajaran media yang paling banyak dibaca audiens internet setiap harinya, dengan memperoleh 6,07 persen.

Referensi bacaan harian. Foto: Dok. IPWS

Selain itu, kumparan juga masuk dalam jajaran media yang memberi referensi bacaan politik, ekonomi, lifestyle, hingga infotainment, berikut detailnya:

  • Referensi bacaan politik

Referensi bacaan politik. Foto: Dok. IPWS
  • Referensi bacaan ekonomi

Referensi bacaan ekonomi. Foto: Dok. IPWS
  • Referensi bacaan infotainment atau gosip

Referensi bacaan infotainment atau gosip Foto: Dok. IPWS
  • Referensi bacaan olahraga

Referensi bacaan olahraga. Foto: Dok. IPWS
  • Referensi bacaan internasional

Referensi bacaan internasional. Foto: Dok. IPWS
  • Referensi bacaan lifestyle

Referensi bacaan lifestyle. Foto: Dok. IPWS
  • Referensi bacaan kuliner

Referensi bacaan kuliner. Foto: Dok. IPWS
  • Panduan buat healing

Panduan buat healing. Foto: Dok. IPWS
  • Media yang tajam/kritis

Media yang tajam/kritis. Foto: Dok. IPWS

Peneliti IPWS Arifki Chaniago mengatakan, tujuan dari survei ini untuk memetakan referensi bacaan masyarakat terhadap isu-isu tertentu dan media yang paling banyak diakses publik.

“Dalam survei ini, kita bakal tahu bahwa masyarakat menggunakan media yang berbeda ketika mencari informasi. Saat mengetahui informasi tentang politik medianya A, tetapi ketika mencari informasi tentang gosip medianya B,” ujar dia dalam keterangan resmi IPWS.

Sampel survei ini sebanyak 1.400 responden yang tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Metodologi yang digunakan adalah non-probability sampling (incidental sampling) dengan margin of error ± 2.90%.