Survei KedaiKopi: 61,8% Ingin Ada Batas Usia Minimal & Maksimal Capres-Cawapres

Lembaga survei KedaiKopi merilis hasil survei terkait batas usia capres-cawapres. Survei dilaksanakan pada 5-16 September 2023 dengan melibatkan 1.213 responden.
Dalam survei responden ditanya 'apakah diperlukan untuk batas minimal dan maksimal dari capres maupun cawapres?'. Hasilnya 61,8 persen responden menjawab ya. Dan 38,2 persen responden menjawab tidak.
Sebagian besar yang menjawab perlu ada batas usia rata-rata memilih 38-39 tahun untuk usia minimal dan 58 tahun untuk usia maksimal.
Meski begitu sebagian besar pemilih pemula tidak ingin ada batas usia minimal untuk capres dan cawapres. Namun mereka ingin ada batas usia maksimal yakni antara 60-65 tahun. Alasannya supaya performa presiden bisa lebih ideal dan tidak terganggu keterbatasan fisik.
Menurut Peneliti senior KedaiKopi Ashma Nur Afifah hal ini terjadi karena banyak pemilih pemula berpendapat usia tidak menentukan pengalaman.
“Dan dalam pemilihan kepemimpinan nasional, menurut pemilih pemula track record menjadi pertimbangan utama,” jelasnya dikutip dari keterangan pers, Kamis (12/10).
Ashma tidak menampik kemungkinan responden yang menjawab tidak perlu batas usia minimal dan maksimal karena dipengaruhi faktor sosok kandidat capres pilihannya.
Terkait apakah pilihan responden ada kemungkinan berubah, ia mengatakan, “hal tersebut mungkin terjadi. Ini persoalan stigma. Mungkin kandidat capres senior dapat melakukan aktivitas depan publik yang menunjukkan dirinya tetap bugar dan beraktivitas seperti biasa dengan jadwal yang padat,” paparnya.
Dalam UU Pemilu hanya diatur batas usia minimal untuk capres dan cawapres. Sementara untuk batas maksimal belum ada aturannya.
Survei KedaiKopi dilakukan secara face to face interview. Usia responden antara 17 tahun hingga 65 tahun.
Adapun margin of error survei ini kurang lebih 2,81 persen, dengan interval kepercayaan mencapai 95 persen.
