Survei KedaiKOPI: 78,6% Ortu Nilai Anak Masuk Sekolah Swasta Jadi Beban Ekonomi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi siswa Sekolah Dasar. Foto: Ahmad Saifulloh/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siswa Sekolah Dasar. Foto: Ahmad Saifulloh/Shutterstock

Lembaga Survei KedaiKOPI merilis hasil survei terkait penerimaan siswa baru. Survei itu menemukan 78,6 persen orang tua menilai menyekolahkan anak di sekolah swasta menjadi beban ekonomi.

Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, mengatakan beban tersebut muncul karena biaya masuk dan SPP bulanan yang dianggap lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah negeri.

“Nah tapi memang swasta ini itu memiliki persepsi yang juga membebani secara ekonomi untuk orang tua atau wali,” ujarnya dalam jumpa pers secara daring, Jumat (3/7).

Hasil survei Evaluasi Jalur Domisili dan SPMB 2026 dengan narasumber Ashma Nur Afifah, Head of Research Lembaga Survei KedaiKOPI Jumat (3/7/2026). Foto: YouTube/ Survei KedaiKOPI

Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan para orang tua dalam menentukan sekolah anaknya. Dari survei yang dilakukan, ada 50,9 persen orang tua yang memilih sekolah anak berdasarkan jarak.

Selain itu, sebanyak 36,1 persen orang tua memilih sekolah untuk anaknya karena berstatus negeri. Sementara, 30,4 persen orang tua lainnya memilih sekolah anak berdasarkan biaya pendidikan.

Survei ini dilakukan pada 14-22 Juni 2026 dengan melibatkan 585 responden yang terdiri dari orang tua atau wali calon murid dari SD hingga SMA yang berencana mendaftar ke sekolah negeri. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui metode Computer Assisted Self Interview (CASI).