Survei Kompas: Megawati & Prabowo Ketum Paling Populer, Bisa Berdampak ke Partai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri menghadiri Upacara Peringatan Ke-77 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2022, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/10/2022). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri menghadiri Upacara Peringatan Ke-77 Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2022, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/10/2022). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Survei Litbang Kompas terbaru menunjukkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto adalah dua sosok ketua umum parpol terpopuler jelang Pemilu 2024. Menurut temuan, ketokohan keduanya juga dinilai jadi modal sosial untuk menopang elektabilitas partai di Pemilu 2024.

Dalam survei dikutip Selasa (21/2), Hasil Survei Kepemimpinan Nasional (SKN) Litbang Kompas pada Januari 2023 menunjukkan, popularitas Megawati 94,9% dan Prabowo 94,5%. Popularitas kedua tokoh ini jauh meninggalkan ketua umum 16 partai politik peserta Pemilu 2024 lainnya.

Di satu sisi, tingkat penerimaan masyarakat terhadap Prabowo jauh lebih tinggi dibandingkan Megawati. Tingkat akseptabilitas Megawati 51,8%, sementara Prabowo 72,2% dan menjadi yang paling tinggi di antara ketum-ketum parpol.

Pada posisi ketiga dan keempat dari sisi popularitas, ada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan popularitas 58,9% dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan popularitas 53,1%.

Popularitas ketum parpol Litbang Kompas Januari 2023. Foto: Dok. Litbang Kompas

Berikut selengkapnya popularitas/akseptabilitas ketum parpol peserta Pemilu 2024:

  • Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (94,9%/51,8%)

  • Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (94,5%/72,2%)

  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (58,9%/37,1%)

  • Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (53,1%/33,9%)

  • Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (46,6%/32,3%)

  • Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (34,7%/21,6%)

  • Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (34,5%/22,2%)

  • Ketua Umum PSI Giring Ganesha (32, 3%/13,4%)

  • Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (29,4%/18,9%)

  • Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (21,5%/12,5%).

  • Ketua Umum Partai Gelora M Anis Matta (12,8%/7,1%),

  • Ketua Umum PKN I Gede Pasek Suardika (8,5%/4,5%),

  • Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (8%/4,6%),

  • Presiden PKS Ahmad Syaikhu (7,1%/3, 9%) Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi (7%/4%)

  • Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal (6,8%/3,8%)

  • Ketua Umum PPP M Mardiono (5,5%/3%)

  • Ketua Umum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana (4,3%/2,1%).

Berpotensi Berdampak ke Parpol

Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, mengatakan sosok pimpinan partai politik berpotensi memberikan efek elektoral kepada partai politik. Apalagi, jika hal ini juga didukung dengan dua modal sosial lainnya, yakni popularitas dan akseptabilitas partai politik, serta diperkuat pula dengan keberadaan basis pemilih tetap yang kuat dan loyal.

Apabila tiga modal sosial tersebut menyatu, Yohan memandang hal ini akan membuka peluang bagi berkembangnya elektabilitas partai politik menuju Pemilu 2024.

"Pada akhirnya, popularitas dan akseptabilitas, yang kemudian diperkuat dengan basis pemilih tetap yang kuat dan loyal, lalu ditopang juga dengan kekuatan sosok tokoh ataupun ketua umum partai, membuat potensi elektabilitas partai terbuka lebar untuk lebih berkembang. Ketiganya menjadi modal sosial yang mampu menopang elektoral partai pada pemilu,” ungkap Yohan dalam tulisan analisisnya.

Survei Litbang Kompas ini berlangsung pada 25 Januari hingga 4 Februari 2023 dengan melibatkan 1.202 responden yang dipilih secara acak di 38 provinsi di Indonesia. Survei ini memiliki margin of error penelitian +/2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%.