Survei LSI: Kepuasan atas Kinerja Jokowi Tangani Corona Turun
·waktu baca 2 menit

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis temuan terbaru terkait penanganan COVID-19. Salah satu hasil survei adalah kinerja Presiden Jokowi dalam menangani pandemi corona.
Hasilnya, 59,6 persen sangat dan cukup puas dengan kinerja Jokowi dalam menangani wabah corona. Sementara itu, 37,1 persen responden tak puas.
"Mayoritas puas terhadap kinerja Presiden dalam menangani wabah COVID-19. Namun, keputusan tersebut mengalami penurunan dalam 6 bulan terakhir," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam paparan survei secara virtual, Minggu (18/7).
Berdasarkan survei LSI, pada Agustus 2020, angka yang puas mencapai 65,5 persen. Kemudian September 2020 turun menjadi 64 persen. Pada Oktober 2020 turun lagi menjadi 57,9 persen. Kemudian sempat naik pada November 2020 dan Desember 2020. Tapi turun pada Juni 2021.
"Kepuasan tampak cukup rendah pada responden laki-laki, pemilih pemula, etnis Bugis, Sunda, Minang, kemudian Madura, pendidikan SLTP dan kuliah, pekerja kerah putih, pendapatan menengah, serta responden di perkotaan, dan di DKI, Jabar, Jateng, dan Sulawesi," jelas Djayadi.
Hasil survei lain yaitu soal tingkat kepercayaan pada kemampuan Jokowi menangani corona. Sebanyak 43 persen responden menilai pemerintahan Jokowi bisa bekerja baik dalam mengatasi wabah corona. Sementara 32 persen menjawab biasa saja.
"Tapi, tingkat kepercayaan pada kemampuan presiden menangani COVID-19 cenderung turun dalam empat bulan terakhir," jelas dia.
Survei digelar pada 20-25 Juni 2021 dengan melibatkan 1.200 responden. Metode survei simple random sampling dengan margin of eror +/- 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sapel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.
