Survei Poltracking: 55,3% Masyarakat Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran

Lembaga Poltracking Indonesia merilis hasil survei evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, sebanyak 55,3% responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sementara itu, sebanyak 40,9% responden menyatakan tidak puas. Adapun 3,8% lainnya menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, mengatakan tingkat kepuasan tersebut masih berada di atas 50%. Namun, jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah cenderung stagnan.
“Angka 55,3% ini tentu di atas 50%, mayoritas sedikit di atas 50% angka ini,” kata Hanta dalam paparan survei bertajuk Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Senin (19/10).
Hanta menjelaskan, tingkat kepuasan masyarakat pada Oktober 2026 relatif tidak berubah dibandingkan dengan hasil survei Agustus 2026. Menurutnya, selisih angka kedua survei tersebut masih berada dalam rentang margin of error.
“Pemerintah berhasil mempertahankan stabilitas tingkat kepuasan, tapi dengan fiksi yang lebih berhati-hati buat pemerintah adalah ini stagnan. Artinya perlu dicari terobosan untuk meningkatkan tingkat kepuasan ini,” ujarnya.
Poltracking juga mendalami alasan masyarakat yang menyatakan puas maupun tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Bagi responden yang puas, alasan terbanyak adalah penilaian bahwa bantuan pemerintah tepat sasaran, yakni sebesar 16,5%. Selanjutnya, sebanyak 15% responden menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai alasan mereka puas.
Sementara itu, terdapat tiga alasan utama di balik ketidakpuasan masyarakat. Sebanyak 18,9% responden menilai kondisi ekonomi belum stabil, 15,4% menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok, dan 14,3% menilai bantuan pemerintah belum tepat sasaran.
Hanta mengatakan, temuan tersebut dapat menjadi catatan bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan kepuasan publik.
“Bagaimana untuk memperbaiki supaya yang belum puas menjadi puas, alasannya tiga hal ini,” tuturnya.
Selain mengukur kepuasan terhadap pemerintahan secara keseluruhan, Poltracking mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo sebesar 50,3%. Sementara itu, kepuasan terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran mencapai 50,9%.
Di sisi lain, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat sebesar 64,8%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah.
Hanta menyebut kepercayaan publik menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjalankan kebijakan sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat.
“Untuk cara meningkatkan tingkat kepercayaan, salah satunya saya kira ini yang paling menentukan adalah meningkatkan performa pemerintah supaya tingkat kepuasannya meningkat,” kata Hanta.
Ia menambahkan, konsolidasi politik yang telah dilakukan pemerintah perlu diikuti dengan upaya memperkuat kepercayaan dan kepuasan masyarakat melalui perbaikan kinerja.
Metode Survei Poltracking
Peneliti Senior Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menjelaskan survei evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 30 September hingga 7 Oktober 2026.
Survei tersebut melibatkan 1.220 responden yang dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling atau pengambilan sampel acak bertingkat. Populasi survei adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
“Survei tatap muka ini dilakukan pada 30 September sampai dengan 7 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang terpilih secara acak,” ujar Masduri.
Dalam proses pengambilan sampel, Poltracking terlebih dahulu mengalokasikan sampel secara proporsional berdasarkan provinsi. Selanjutnya, desa atau kelurahan dipilih secara acak, kemudian dilakukan pengacakan pada tingkat rukun tetangga (RT), kepala keluarga (KK), hingga responden yang diwawancarai.
Setiap desa atau kelurahan terpilih menjadi lokasi pengambilan 10 responden. Proses pemilihan tersebut dilakukan melalui lima RT yang dipilih secara acak, dengan masing-masing RT diambil dua KK secara acak.
Poltracking menetapkan margin of error sebesar kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Masduri mengatakan, survei tersebut bertujuan memotret persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan selama dua tahun terakhir, termasuk tingkat kepuasan, kepercayaan, serta harapan publik terhadap pemerintah.
Selain itu, survei mencakup penilaian masyarakat terhadap kinerja kabinet Merah Putih, program-program prioritas pemerintah, penanganan berbagai persoalan publik, serta pelaksanaan demokrasi di Indonesia.
Untuk menjaga kualitas data, Poltracking melakukan pemeriksaan ulang terhadap 20% sampel melalui kunjungan lapangan. Lembaga tersebut juga menghubungi kembali 100% data responden yang masuk untuk melakukan konfirmasi dan verifikasi.
Proses pengawasan lainnya meliputi pemantauan lokasi surveyor melalui foto dan geolokasi, pencatatan data secara waktu nyata (real-time), serta pencocokan hasil input digital dengan kuesioner fisik.
Masduri menambahkan, hasil survei juga divalidasi dengan membandingkan karakteristik demografi sampel terhadap data Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) 2020.
Menurutnya, rangkaian prosedur tersebut dilakukan untuk memastikan sampel survei dapat merepresentasikan populasi yang diteliti dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
