Survei Poltracking: 78,1% Masyarakat Puas 1 Tahun Kinerja Prabowo-Gibran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (tengah) berjalan untuk memimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta, Minggu (17/8/2025) dini hari. Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (tengah) berjalan untuk memimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Jakarta, Minggu (17/8/2025) dini hari. Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terkait pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang akan genap berusia 1 tahun pada 20 Oktober.

Dalam survei ini, Poltracking membagi tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden serta kinerja pemerintahan.

Hasilnya, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 78,3%, sedangkan yang tidak puas sekitar 19,2%. Sementara untuk Wakil Presiden, tingkat kepuasan mencapai 71,4%, dan yang tidak puas sebesar 25,3%.

Rilis survei Poltracking terkait evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Foto: Dok. Poltracking Indonesia

Adapun tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan mencapai 78,1%, sedangkan yang tidak puas sekitar 19,3%.

"Sebanyak 78,1 persen mengatakan puas," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, dalam paparannya di YouTube Poltracking Indonesia, Minggu (19/10).

Rilis survei Poltracking terkait evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Foto: Dok. Poltracking Indonesia

Faktor Pendorong

Hanta Yuda kemudian membeberkan faktor pendorong masyarakat menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni: kepemimpinan tegas dan berwibawa, bantuan tepat sasaran, program Makan Bergizi Gratis, pencegahan dan pemberantasan korupsi, jaminan layanan kesehatan, harga bahan pokok terjangkau, ekonomi stabil, akses pendidikan merata, hingga harga BBM stabil.

“Yang paling memengaruhi kepuasan adalah kepemimpinan tegas dan berwibawa 18,3 persen, bantuan pemerintah tepat sasaran 12,3 persen, dan program Makan Bergizi Gratis 10,4 persen,” ujarnya.

Rilis survei Poltracking terkait evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Foto: Dok. Poltracking Indonesia

Sementara itu, faktor yang membuat sebagian publik tidak puas atas kinerja Prabowo dan Gibran antara lain ekonomi yang dinilai belum stabil, kasus korupsi, harga kebutuhan pokok yang mahal, serta masih kurangnya lapangan pekerjaan.

“Yang paling memengaruhi kepuasan adalah kepemimpinan tegas dan berwibawa 18,3 persen, bantuan pemerintah tepat sasaran 12,3 persen, dan program Makan Bergizi Gratis 10,4 persen,” bebernya.

Faktor yang paling unggul yakni tingkat kepuasan publik terhadap bidang pendidikan dengan angka 79 persen, kesehatan dengan angka 76,6 persen, dan pertahanan serta keamanan dengan angka 75,5 persen.

Sementara tingkat kepuasan publik di bidang perekonomian berada pada nilai paling rendah, yakni 57,4 persen, disusul bidang politik dan stabilitas nasional sebesar 65,7 persen.

“Publik merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di bidang pendidikan 79 persen dan kesehatan 76,6 persen,” ujar dia.

Rilis survei Poltracking terkait evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Foto: Dok. Poltracking Indonesia

Daerah yang Paling Merasa Puas dengan Kinerja Pemerintahan

Sementara mengenai peta sebarannya, publik yang merasa paling puas atas kinerja Prabowo dan Gibran berasal dari Jawa Timur (85,4 persen), Sumatra (83,2 persen), dan Kalimantan (83,9 persen).

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah 1.220 responden. Tingkat margin of error berada di kisaran ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Publik yang disurvei berusia di atas 17 tahun. Survei dilaksanakan pada 3–10 Oktober 2025.