Survei Populi Center: Dukungan untuk Ganjar Paling Tinggi, Erick Mulai Muncul

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.  Foto: AFP dan Pemprov Jawa Tengah dan DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Foto: AFP dan Pemprov Jawa Tengah dan DKI Jakarta

Lembaga survei Populi Center merilis survei nasional dengan tajuk 'Survei Nasional Penanganan COVID-19, Evaluasi Pelayanan Publik, dan Dinamika Politik'. Dalam survei tersebut, dibahas juga mengenai bursa capres pada Pilpres 2024 mendatang.

Populi Center tidak mengukur elektabilitas, tapi besarnya dukungan pada tiap calon. Hasil ini didapat dari pertanyaan terpisah terhadap masing-masing calon. Ada sejumlah nama yang ditawarkan dalam survei, namun responden tak diwajibkan memilih salah satu dan bisa saja memilih lebih dari satu nama.

Peneliti Populi Center, Nurul Fatin, menyebut kelima nama itu adalah Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Erick Thohir, dan Puan Maharani.

"Ganjar paling tinggi 58,3%, Anies 47,3%, Prabowo 46,6%, Erick 27,5%, Puan 17,5%. Walaupun Ganjar paling kuat, ini hanya potensi dukungan, bukan elektabilitas, masih bisa berkembang," kata Nurul dalam presentasinya, Senin (20/12).

Jika dibedah lebih lengkap, 58,3% akan memilih Ganjar jika maju pilpres dan 29,1% menyatakan tidak akan memilih. Selain itu, 47,3% menyatakan akan memilih Anies dan yang tidak memilih sebesar 41,4%.

Puan Maharani dan Erick Thohir Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

"Untuk figur Prabowo Subianto sebesar 46,6% pemilih menyatakan akan memilih dan sebesar 44,1% menyatakan tidak akan memilih. Pada figur Erick Thohir sebesar 27,5% pemilih menyatakan akan memilih, sedangkan sebesar 55,8% menyatakan tidak akan memilih," ungkapnya.

"Adapun pada figur Puan Maharani sebesar 17,5% pemilih menyatakan akan memilih, sedangkan sebesar 71% menyatakan tidak memilih," lanjutnya.

Nurul menjelaskan, kelima nama tersebut merupakan nama-nama yang populer muncul di publik jika membicarakan Pilpres 2024. Seperti nama Erick Thohir yang mulai muncul akhir-akhir ini, sementara Puan Maharani karena dukungan dari elite politik.

"Kenapa hanya lima nama? Karena nama-nama tiga teratas yang populer. Erick mulai muncul, [sementara] Puan kemungkinan elite partai yang akan diusung," tuturnya.

kumparan post embed

Sementara akademisi dari Universitas Islam Internasional Indonesia, Phillips J. Vermonte, menyoroti bahwa menurut hasil berbagai survei belakangan, Ganjar dan Anies kerap bersaing di 3 besar sebagai capres potensial di 2024. Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa budaya pemimpin daerah menjadi Presiden seperti yang dicontohkan Jokowi, mulai menjadi tradisi.

“Biasanya ada dua nama ini, Ganjar dan Anies. Ini membuktikan budaya Pak Jokowi sebagai kepala daerah terus jadi presiden dinilai sebagai tradisi. Jadi yang dimulai Pak Jokowi pada 2014 mungkin akan dilanjutkan kepala daerah yang ada hari ini. Mungkin ada kepala daerah lain yang potensial meski nama-namanya enggak muncul,” kata Phillips pada kesempatan yang sama.

Dia juga mengurai, jika dipecah berdasarkan karakter, nama-nama yang muncul polanya antara figur parpol tradisional dan figur pengusaha swasta.

"Capres figur parpol sumber tradisional kita, sehingga ada Prabowo dan Puan. Dan Erick Thohir ini saya kira seperti Pak Jokowi, orang-orang yang mengerti sektor swasta," ungkap Phillips.

"Pak Jokowi dulu juga pengusaha. Mungkin Pak Erick wakili sisi lain Pak Jokowi dan melahirkan calon yang mungkin friendly dengan sektor swasta dan kebutuhan kita sebagai negara secara ekonomi semakin kuat," lanjutnya.

Survei dilakukan dengan metode wawancara menggunakan saluran telepon di 34 provinsi pada 1-9 Desember 2021. Besaran sampel adalah 1.200 responden yang dipilih secara acak.

Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Margin of error sebesar 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.