Survei SMRC: 42 Persen Warga Surabaya Belum Tentukan Pilihan di Pilkada 2020

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eri Cahyadi dan Machfud Arifin. Foto: Instagram/@cak.machfudarifin dan Instagram/@ericahyadi-
zoom-in-whitePerbesar
Eri Cahyadi dan Machfud Arifin. Foto: Instagram/@cak.machfudarifin dan Instagram/@ericahyadi-

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membaca peta kekuatan dua pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilwalkot Surabaya 2020 mendatang. Dari survei itu, peneliti SMRC Deni Irvani menyebut masih ada 42 persen warga Surabaya yang belum menentukan pilihannya.

"Lebih dari 50 persen menyatakan sudah menentukan, artinya beberapa bulan lalu atau minggu lalu sudah menentukan. Tapi ada 42 persen warga yang menyatakan baru akan menentukan pilihan beberapa hari sebelum pemilihan atau bahkan di hari-H. Ini cukup banyak, artinya kita akan lihat dinamika sampai hari pemilihan," ujar Deni dalam konferensi pers, Minggu (22/11).

Jika dijabarkan, ada 19 persen warga yang baru akan menentukan pilihan pada masa tenang atau beberapa hari sebelum pemilihan, sedangkan 23 persen lainnya baru akan menentukan pilihan saat sudah ada di kotak suara.

Sementara itu, untuk warga yang sudah menentukan pilihan dari jauh-jauh hari terdiri dari 31 persen yang sudah menentukan sejak beberapa bulan atau lebih dari setahun yang lalu, dan 23 persen yang sudah menentukan pilihan dari beberapa pekan lalu.

Rilis survei SMRC. Foto: SMRC

Pilkada Surabaya 2020 sendiri bakal diikuti oleh dua pasangan calon. Mereka adalah Eri Cahyadi-Armuji, dan Machfud Arifin -Mujiaman Sukirmo. Keduanya telah mendaftar ke KPU.

Dalam survei, kata Deni, responden pun turut ditanyai pertanyaan spontan soal calon mana yang mungkin akan mereka pilih pada hari saat survei tersebut dilakukan. Hasilnya, pasangan Eri-Armudji mendominasi dengan perolehan 48,5 persen, hanya unggul 11 persen dari pasangan Arifin-Mujiaman.

"Namun, jika pilkada dilakukan saat survei, siapa yang akan dipilih warga? Jika dilakukan sekarang, Eri Cahyadi-Armudji dapat 48,5 persen, sementara Machfud Arifin-Mujiaman itu 37,3 persen. Selisihnya sekitar 11 persen dan masih ada yang belum tentukan pilihan 14,2 persen. Jadi belum ada calon yang di atas 50 persen mutlak," kata Deni.

kumparan post embed

Meski pasangan Eri-Armudji unggul dalam survei itu, kata Deni, hal itu tak menjamin pasangan tersebut dapat memenangi Pilwalkot Surabaya dengan mudah. Sebab, masih ada 42 persen warga Surabaya yang masih belum menentukan pilihannya.

"Kualitas personal eri dinilai lebih positif, inilah yang menjelaskan kenapa eri sementara unggul. Tapi masih ada 42 persen warga yang baru memutuskan pilihan saat pilkada sudah dekat. Dukungan warga kepada masing-masing calon masih bisa berubah tergantung sosialisasi yang dilakukan masing-masing calon," tutupnya.

Survei tersebut dilakukan pada 820 responden dipilih dengan metode multi stage random sampling pada periode 11-18 November 2020 dengan margin of error 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Wawacara responden dilakukan dengan tatap muka.