Survei SMRC: 60,6 Persen Masyarakat Tidak Setuju PKI Bangkit

Lembaga survei SMRC menggelar jejak pendapat tentang sikap publik atas isu kebangkitan PKI. Dalam survei tersebut, para responden diberi pertanyaan terkait isu kebangkitan PKI yang selalu menjadi perbincangan setiap bulan September.
"Dari hasil survei, sebanyak 60,6 persen masyarakat tidak setuju dengan kebangkitan PKI, sedangkan 38,7 persen lainnya mengaku setuju," kata peneliti SMRC Saiful Muzani dalam keterangannya, Rabu (30/9).
Selain itu, kata Muzani, ada 36 persen masyarakat yang tahu jika ada isu kebangkitan PKI di Indonesia. Dari 36 persen itu, ada 14 persen yang setuju dengan kebangkitan PKI.
"Kami juga menanyakan soal, jika setuju dengan kebangkitan PKI, apakah hal itu sudah menjadi sebuah ancaman? Dari pertanyaan ini, mayoritas atau 79 persen menjawab sudah," lanjutnya.
Muzani menyebut, pihaknya juga menanyakan soal sikap pemerintah terkait ancaman kebangkitan PKI tersebut. Hasilnya, 52 persen responden menilai pemerintah masih kurang tegas.
"52 persen menilai pemerintah kurang tegas, sedangkan 23 persen menilai cukup tegas, dan 7 persen menilai sangat tegas," papar Muzani.
Survei itu melibatkan 1.203 responden secara acak dan digelar pada 23-26 September 2020. Margin of error survei mencapai kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Berikut hasil lengkap dari survei SMRC:
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
