Survei Spektrum Politika Institut: PDIP Tertinggi, PAN Masuk 5 Besar

19 Agustus 2021 15:51
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi PDIP Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PDIP Foto: Fitra Andrianto/kumparan
ADVERTISEMENT
Lembaga survei bernama Spektrum Politika Institut merilis survei bertajuk 'Dinamika Perubahan Persepsi dan Perilaku Memilih Masyarakat Pasca Pemilu 2019 di Indonesia'. Salah satu yang disurvei adalah gambaran elektabilitas parpol terbaru.
ADVERTISEMENT
Hasilnya, PDIP masih menjadi partai dengan elektabilitas teratas dengan 18,9 persen, dibuntuti Gerindra 11,7 persen, dan PKB dengan elektabilitas sebesar 7,9 persen.
"Kemudian Partai Golkar dengan jumlah dukungan suara sebesar 6,7 persen, dan urutan kelima adalah PAN dengan dukungan sebesar 6,2 persen," kata Direktur Data dan Riset, Spektrum Politika Institut Andri Rusta dalam keterangan rilisnya, Kamis (19/8).
Andri mengatakan, masuknya PAN dalam lima besar partai dengan elektabilitas tertinggi cukup menarik. Sebab, PAN bukan merupakan koalisi pemerintah yang mendominasi di DPR.
Elektabilitas partai politik survei Spektrum Politika Institut. Foto: Spektrum Politika Institut
zoom-in-whitePerbesar
Elektabilitas partai politik survei Spektrum Politika Institut. Foto: Spektrum Politika Institut
"Masuknya PAN di peringkat lima besar ini memang menarik karena PAN bukanlah partai koalisi pemerintah yang mendominasi DPR," jelas dia.
Setelah PAN, menyusul di posisi keenam ada Partai Demokrat dengan elektabilitas 6,1 persen, PKS dengan 5,8 persen, NasDem 4,1 persen dan PPP 3,6 persen.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Andi menuturkan, survei ini juga menemukan bahwa pilihan masyarakat masih belum sepenuhnya mengakar pada nilai ideologi yang dimiliki setiap parpol. Hal ini dibuktikan dengan tingkat kesukaan dan kedekatan masyarakat (Party ID) yang masih rendah kepada parpol.
"Survei ini menemukan tingkat kesukaan dan kedekatan masyarakat pada partai politik hanya pada angka 33,2 persen. Sementara itu, sebanyak 59,4 persen masyarakat Indonesia belum merasakan kesukaan dan kedekatannya dengan partai politik," kata dia.
Ilustrasi Partai Amanat Nasional Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Partai Amanat Nasional Foto: Fitra Andrianto/kumparan
"Ini harusnya menjadi perhatian partai politik karena rendahnya Party ID masyarakat Indonesia," lanjutnya.
Yang menarik lagi, Andri menjelaskan sebanyak 33,2 persen responden yang merasa suka dan dekat dengan parpol hanya kepada PDIP dan Gerindra. Tingkat kesukaan kepada PDIP sebesar 24,4 persen dan Gerindra 16,5 persen.
ADVERTISEMENT
"Sedangkan partai politik lain jauh berada di bawah kedua partai tersebut," tutup Andri.
Survei dilakukan pada 5-17 Juli 2021 dengan melibatkan 1.240 orang responden yang diwawancarai secara tatap muka. Margin of error sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020