Surya Paloh: Kami Menikmati Kekuasaan, Jadi Oposisi untuk Apa?

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum NasDem Surya Paloh bersama Presiden PKS Sohibul Iman di DPP PKS. Foto: Ricad Saka/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum NasDem Surya Paloh bersama Presiden PKS Sohibul Iman di DPP PKS. Foto: Ricad Saka/kumparan

Ketum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan partainya akan tetap mendukung Presiden Jokowi. NasDem tak berpikir untuk menjadi oposisi.

Pertemuan dengan PKS pada Rabu (30/10) kemarin, sebatas silaturahmi sebagai sesama partai politik.

"Kami menikmati kekuasaan, jadi oposisi untuk apa?" kata Paloh dalam pertemuan dengan pimpinan media di Gondangdia, Jakarta, Kamis (31/10).

NasDem mendapat kursi tiga menteri di kabinet Indonesia maju, yakni Menteri Pertanian, Menteri LHK, dan Menkominfo.

Paloh menyampaikan banyak hal mengapa NasDem tetap berada di pemerintahan. Salah satunya hubungan yang baik dengan Presiden Jokowi.

Paloh menuturkan, sejak 2014 NasDem mengusung Jokowi tanpa syarat.

"Kami tetap dalam pemerintahan," imbuhnya.

collection embed figure

Namun memang, kata Paloh, dalam suatu negara demokrasi oposisi mesti ada. Bahkan, kalau semua partai bergabung dalam pemerintahan, NasDem yang akan menjadi oposisi.

Saat ini, partai peserta Pemilu 2019 yang tidak berada di pemerintahan adalah PKS, Demokrat dan PAN.

"Demokrasi tetap memerlukan oposisi," tutur dia.

Lalu bagaimana dengan pertemuan dengan PKS?

"Kami menghormati sebagai sesama institusi politik, dalam sistem demokrasi posisi partai politik strategis," tutup dia.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kedua kiri) bersalaman dengan Presiden PKS Sohibul Iman (kedua kanan) di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Foto: Nugroho Sejati/kumparan