Politik
·
11 November 2018 17:11

Surya Paloh soal Politik Genderuwo: Kita Terlalu Kering Sense of Humor

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Surya Paloh soal Politik Genderuwo: Kita Terlalu Kering Sense of Humor (17196)
Ketum Partai NasDem, Surya Paloh menjawab pertanyaan wartawan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Sabtu (1/9/2018). (Foto: Ricad Saka/kumparan)
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ikut angkat bicara terkait pernyataan Jokowi yang menyebut politikus tanah air saat ini ini memainkan politik genderuwo. Surya Paloh berpendapat ucapan Jokowi tersebut sebagai hal yang biasa.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu kata Paloh, tak perlu ditanggapi secara serius. Paloh heran, publik saat ini terlalu kering dalam hal bercanda.
"Kita ini terlalu kering dengan sense of humor juga kadang-kadang sebenernya ada penegasan, tapi kadang juga terselip perasaan-perasaan yang memang kesal, perasaan ingin menggaris bawahi," kata Surya di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (11/11).
"Kadang berupa anekdot ya, ada sense of humor, enggak terlalu luar biasa lah itu," lanjutnya.
Surya Paloh menambahkan, ia mempertanyakan mengapa ucapan Jokowi itu didramatisasi oleh beberapa pihak. Menurut Surya, yang mestinya dipermasalahkan misalnya berupa skandal ketimbang ucapan Jokowi soal politik 'genderuwo'.
"Ini bangsa yang sudah mengambil konsekuensi dengan demokrasi yang super bebas, tapi kadang ngomong genderuwo kita kalang kabut ya kan," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Atas dasar demokrasi yang super bebas itu, Paloh menilai yang terpenting saat ini dalam kontestasi pilpres adalah semua pihak turut menjaga suasana yang damai.
"Semua pihak berkompetisi bukan saling merusak menjatuhkan di sana ada niat-niat busuk hati syirik dengki. Nah, itu negara semakin capek begitu ya," pungkasnya.
Sebelumnya, Jokowi dalam kunjungan kerjanya ke Tegal, Jawa Tengah, saat ini banyak politikus yang banyak mempengaruhi tapi tak beretika. Menurut Jokowi, para politikus ini tidak memiliki sopan santun politik yang baik.
Jokowi heran mengapa politikus tersebut justru membuat masyarakatnya takut. Bukan sebaliknya, memberikan ketenangan kepada masyarakat.
"Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? Itu sering saya sampaikan, itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti," ucap Jokowi, Jumat (9/11).
ADVERTISEMENT