Susahnya Padamkan Api 25 Hektare Lahan Gambut di Riau

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memadamkan lahan gambut di Riau yang terbakar. Foto: Dok. Istimew
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memadamkan lahan gambut di Riau yang terbakar. Foto: Dok. Istimew

25 hektare lahan gambut di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, terbakar. Sudah 2 hari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini belum padam.

Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, Damkar dan Masyarakat Peduli Bencana (MPB) daerah setempat, berupaya untuk melakukan pemadaman.

Petugas memadamkan lahan gambut di Riau yang terbakar. Foto: Dok. Istimewa

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan kebakaran lahan terjadi sejak Sabtu (18/3).

"Ini sudah masuk hari kedua upaya pemadaman, hingga kini, petugas masih berupaya untuk memadamkan api," kata Sunarto, Minggu (19/3).

Petugas memadamkan lahan gambut di Riau yang terbakar. Foto: Dok. Istimewa

Lanjut Sunarto, api sangat sulit untuk dipadamkan, hal itu dikarenakan akses jalan untuk menuju titik api sangat sulit.

"Petugas harus berjalan kaki untuk mencapai titik api. Tidak ada akses jalan menuju ke sana. Maka dari itu, petugas terpaksa membabat semak belukar dan tumbuhan lainnya demi membuat jalan masuk menuju lokasi Karhutla," ujarnya.

Selain itu, petugas juga dibantu alat berat, untuk membuat sekat, supaya api tidak merembet hingga lebih luas lagi.

"Petugas akan berada di lokasi sampai pendinginan dan dapat dipastikan api sudah benar-benar padam," jelas Sunarto.

Angin kencang, cuaca panas, hingga kepungan asap pekat, membuat petugas kualahan melakukan pemadaman. Hingga kini, api masih belum bisa dipadamkan.

Petugas memadamkan lahan gambut di Riau yang terbakar. Foto: Dok. Istimewa